Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Terduga Teroris Pasuruan Miliki Tiga Identitas

Jumat 06 Jul 2018 10:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Petugas kepolisian berjaga di ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7).

Petugas kepolisian berjaga di ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7).

Foto: Antara/Umarul Faruq
Pelaku mengaku kelahiran 1968, kelahiran 1970, dan kelahiran 1975.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, terduga teroris di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, memiliki tiga identitas. Meski tidak menyebutkan nama-namanya, Frans mengungkapkan, yang bersangkutan memiliki tiga identitas sebagai kelahiran 1968, kelahiran 1970, dan kelahiran 1975.

Meski demikian, Frans mengaku aparat kepolisian sudah mengetahui identitas yang bersangkutan secara pasti. Artinya, tiga identitas yang dimiliki terduga teroris tersebut tidak lantas mengecoh aparat kepolisian dalam melakukan identifikasi.

"Kita sudah mengidentifikasi orangnya, kita sudah tahu walaupun dia memakai tiga identitas yakni mengaku kelahiran 1975, kelahiran 1968, dan kelahiran 1970. Tetapi kita sudah mengidentifikasi yang bersangkutan secara jelas, terang benderang," kata Frans di Surabaya, Jumat (6/7).

(Baca: Polisi Sempat Kejar Terduga Pelaku Ledakan Pasuruan)

Frans meyakinkan, hingga saat ini aparat kepolidian masih terus melakukan pengejaran kepada terduga teoris yang berhasil melarikan diri tersebut. Frans pun meyakinkan pihaknya akan mampu melakukan pengejaran dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Maka dari itu dia mengimbau agar tidak menyebarkan pemberitaan yang justru malah akan membuat resah masyarakat. Sehingga masyarakat tidak malah merasa ketakutan dengan pemberitaan-pemberitaan yang disebarluaskan.

"Tim sedang bekerja dan tim sedang melakukan pengejaran. Kita sudah mengidentifikasi jadi jangan dibuat pembeeitaan ini justru membuat resah masyarakat," ujar Frans.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA