Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Hendra/Ahsan dan Optimisme Terhadap Penerus di Ganda Putra

Rabu 04 Jul 2018 23:18 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kanan) dan Mohamad Ahsan (kiri).

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kanan) dan Mohamad Ahsan (kiri).

Foto: Humas PBSI
Hendra optimistis bahwa ganda putra akan melahirkan pemain-pemain top nantinya

REPUBLIKA.CO.ID, Pertarungan senior-junior di sektor ganda putra Indonesia sudah dinanti para pecinta bulu tangkis yang tersaji di turnamen Blibli Indonesia Open 2018 Super 1000. Hal ini terlihat dari membludaknya para penonton yang hadir menyaksikan lanjutan babak pertama di Istora Senayan, Jakarta, hari ini (4/7).

Laga tersebut mempertemukan peringkat 1 dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan seniornya yang dulu juga pernah menempati peringkat 1 dunia, Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan. Undian memang sudah mempertemukan dua pasangan andalan Indonesia ini di babak pertama.

Awal gim pertama, Hendra/Ahsan memperlihatkan kelasnya dengan melakukan serangan-serangan terlebih dulu. Bola-bola tipis Hendra dan smes Ahsan mampu menembus daerah pertahanan Marcus/Kevin. Mereka sempat unggul dengan 6-2 dan  10-6.

Rupanya sang junior tak mau menyerah begitu saja. Marcus/Kevin memberikan perlawanan ketat. Rally-rally panjang terjadi dan dimenangkan Marcus/Kevin. Mereka berbalik unggul dengan meraih lima angka beruntun menjadi 10-11.

Perolehan angka Marcus/Kevin tak berhenti. Usai jeda gim pertama, mereka terus melanjutkan serangan-serangannya. Mereka unggul dari 10-16, 13-18 dan berhasil mencuri gim pertama dengan 16-21.

Pertandingan tak kalah ketatnya juga terjadi di gim kedua. Kejar mengejar angka diperlihatkan kedua pasangan. Marcus/Kevin unggul lebih dulu dengan 3-7 dan 9-11 di paruh gim kedua.

Sang senior memperlihatkan kematangannya dengan menempel ketat perolehan angka dengan 14-14 hingga 17-17. Hendra/Ahsan juga dengan tenang mencuri angka demi angka dan memaksakan pertandingan berjalan rubber game dengan merebut gim kedua dengan 21-18.

photo
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

 

Gim ketiga yang menentukan, Marcus dan Kevin bergantian melancarkan serangan-serangan tajam. Sebaliknya, Hendra/Ahsan terlihat ‘kendor’ dan tak mampu menahan kecepatan bola-bola Marcus/Kevin.

Marcus/Kevin mendominasi jalannya gim ketiga. Mereka unggul dengan 11-7 di paruh gim. Mereka tidak mengendurkan serangan. Hendra/Ahsan tak berkutik. Marcus/Kevin memenangkan pertandingan dengan 21-10.

"Di gim pertama kami sempat ketinggalan start, mereka sudah in duluan. Tetapi kami bisa membalikkan keadaan setelah interval game," ujar Kevin dalam konferensi pers usai pertandingan.

Marcus menambahkan di gim kedua, ia dan Kevin sempat kalah angin serta tenaga yang kurang dalam pengembalian bola dari Hendra/Ahsan. Selain itu, mereka juga beberapa kali melakukan kesalahan sendiri dengan servis yang buruk.

"Kami 'kalah angin' di gim kedua dan tenaga yang kurang, sehingga banyak servis yang enggak masuk. Jadi di gim ketiga kami sudah bisa kira-kira dan lebih enak mainnya," tambah Marcus.

Sementara itu, Ahsan mengatakan ia dan Hendra sudah maksimal melawan Marcus/Kevin. Ia mengakui dari segi serangan dan kecepatan, Marcus/Kevin lebih unggul dari dirinya dan Hendra.

"Selamat buat mereka (Kevin/Marcus), kami sudah berusaha maksimal dan inilah hasilnya. Mereka memang lebih unggul," ujar Ahsan.

Ahsan juga sempat menyayangkan hasil undian yang harus mempertemukannya dengan Marcus/Kevin lebih dini di turnamen kelas Super 1000 ini. Namun begitu, ia dan Hendra memang tetap akan berjuang untuk menang melawan juniornya ini.

"Waktu tahu hasil undiannya, ya saya pikir kenapa harus ketemu sesama pemain Indonesia? Tetapi ya namanya juga undian, kami harus tetap fight," kata Ahsan.

Hendra juga mengakui keunggulan Marcus/Kevin dari segi kekuatan serangan dan kecepatannya. Di gim ketiga, ia dan Ahsan sudah lebih dulu kena serangan. Jadi hal ini membuatnya tertekan.

"Mereka lebih unggul dari speed dan power, di game ketiga kami kena serang duluan, jadi kami kerepotan," jelas Hendra.

photo
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M Rian Ardianto

 

Menanggapi regenerasi ganda putra, Hendra optimistis bahwa ganda putra akan melahirkan pemain-pemain top nantinya. Apalagi para pemain muda sudah bisa diandalkan. Selain Marcus/Kevin, juga ada pasangan Fajar Alfian/M Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto dan pasangan lainnya.

Hendra juga sempat memuji peningkatan permainan yang diperlihatkan Fajar/Rian. Ia juga berharap Fajar/Rian bisa memiliki hasil yang baik, di Indonesia Open ini atau di Asian Games 2018 mendatang.

"Menurut saya di bawah kami banyak pemain yang muda, seperti Fajar/Rian dan lainnya. Prospek ke depanya bagus, tenaga dan skill bagus, mungkin nanti kalau tambah pengalaman akan lebih bagus lagi," ucap Hendra.

Di babak pertama Blibli Indonesia Open 2018 ini, Fajar/Rian langsung menggebrak dengan menumbangkan wakil unggulan enam dari Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan 21-18, 14-21 dan 21-18. Kamura/Sonoda merupakan juara turnamen Malaysia Open 2018 Super 750 yang digelar pekan lalu.

Kamura/Sonoda mengakui ketangguhan dan keunggulan Fajar/Rian di laga kali ini. Menurut mereka, serangan dan servis Fajar/Rian lebih bagus dan tajam. Mereka membantah jika disebut bermain buruk atau kelelahan usai menjalani turnamen di Malaysia pekan lalu.

“Jadi karena kami masih merasa juara, jadi terlalu percaya diri. Kami sendiri tidak bermain buruk, tapi memang lawannya bagus, permainannya bagus, servisnya juga bagus. Kamis sudah bermain sebaik mungkin tadi,” kata Sonoda ditemui usai bertanding.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA