Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Menumbuhkan Mental Enterpreneurship Melalui Pendidikan

Selasa 03 Jul 2018 22:44 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani

Pengusaha muda. Ilustrasi

Pengusaha muda. Ilustrasi

Foto: .
pendidikan di Indonesia perlu melakukan dua hal untuk menumbuhkan mental enterpreneur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammidiyah, Anwar Abbas mengatakan bahwa kesenjangan ekonomi yang ada saat ini merupakan masalah besar yang harus segera diatasi bersama. Karena, melihat indeks gini yang masih berada di angka 0,39, suatu saat bisa mengacaukan negeri ini.

Untuk itu, menurut dia, kondisi masyarakat Indonesia harus bisa diubah seperti halnya belah ketupat, di mana jumlah kelas atas yang superkaya cukup 2 persen, kelas menengah 95 persen, dan kelas bawah 3 persen.

"Tetapi persoalannya untuk memperbesar jumlah kelas menengah tersebut jelas tidak mudah karena untuk itu perlu ada proses diseminasi mentalitas entrepreneurship dan intrapreneurship yang bersifat masif terutama di kalangan anak-anak didik kita," ujar Anwar Abbas kepada Republika.co.id, Senin (2/7).

Menurut dia, untuk menumbuhkan dan mengembangkan mental entrepreneurship di kalangan generasi muda tentu jelas tidak mudah. Pasalnya, dukungan dari lingkungan keluarga pun masih kurang mendukung. Hal ini berbeda dengan keluarga etnis Cina yang mendidik generasinya untuk menjadi pengusaha sejak kecil.

"Untuk itu peran dari dunia pendidikan bagi menciptakan mentalitas kewirausahaan di kalangan anak-anak didik tentu jelas sangat diharapkan," ucapnya.

Dia mengatakan, pendidikan di Indonesia perlu melakukan dua hal untuk menumbuhkan mental enterpreneurship tersebut. Pertama, sekolah atau perguruan tinggi bisa memberikan pengetahuan atau teori untuk berwirausaha. Kedua, yaitu dengan mengajak anak didik untuk praktek bisnis secara langsung, sehingga bisa berbisnis secara teratur dan berketerusan.

"Dengan cara inilah akan bisa terbentuk kebiasaan berbisnis di kalangan anak-anak didik kita. Dan kalau berbisnis itu sudah biasa bagi mereka, maka tentu masalah berbisnis itu akan menjadi budaya dan atau mentality bagi sang anak," kata Sekjen MUI ini.

Namun, yang menjadi persoalan adalah maukah pemerintah mengambil langkah yang bersifat struktural dan kultural untuk menumbuhkan mental entrepreneurship dalam proses pendidikan yang diselenggarakannya?

"Jawabnya menurut saya harus mau kalau kita ingin negeri ini menjadi negeri yang kuat, mandiri dan maju," jelas Anwar Abbas.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA