Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Pendidikan Islam Indonesia Diharapkan Jadi Kiblat di Asia

Selasa 03 Jul 2018 17:56 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Esthi Maharani

UIN Sunan Kalijaga

UIN Sunan Kalijaga

Foto: Dokumen
Perguruan tinggi Islam di Indonesia yang telah tergabung dalam AIUA baru 30 PT

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Beberapa perguruan tinggi Islam di Asia berisiatif untuk mendirikan Asian Islamic Universities Association (AIUA). Kali ini, Universitas Isman Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta yang merupakan salah satu anggota AIUA dipercaya untuk menjadi tuan rumah dalam konferensi rutin tahunan.

Rektor UIN Suka yang sekaligus Presiden AIUA, Yudian Wahyudi mengatakan, konferensi kali ini menitikberatkan pada pematangan seluruh pedoman kerja yang telah dirancang dalam konferensi sebelumnya di Thailand dan Malaysia. “Konferensi ini dimulai pada 3 Juli hingga 5 Juli 2018. Total peserta terdapat sekitar 60 perguruan tinggi Islam di Asia,” ujar Yudian, Selasa (3/7) di UIN Suka Yogyakarta.

Selain itu, lanjutnya, ia juga memiliki misi besar untuk mengubah peta pendidikan dunia Islam. Sehingga, pendidikan dunia Islam dapat terpusat di Indonesia sesuai dengan harapan Presiden RI dan Menteri Agama. Ia pun optimisitis misi besar ini dapat tercapai mengingat Indonesia merupakan negara dengan kepesertaan terbanyak dalam AIUA.

“Ini merupakan momentum untuk mempromosikan Islam nusantara, Islam berkemajuan dan Islam moderat,” kata dia.

Ia berharap, setelah pematangan seluruh pedoman kerja dalam konferensi kali ini, maka seluruh pedoman itu dapat segera diterapkan oleh seluruh anggota AIUA. Beberapa pedoman kerja utama yang menurutnya paling utama diantaranya adalah program untuk membuat sebuah publisher untuk menerbitkan jurnal dan buku terkai studi Islam.

“Selain itu, kami juga ingin melakukan perluasan keanggotaan. Mengingat sebenarnya perguruan tinggi Islam di Asia total terdapat sekitar seribu perguruan tinggi, namun saat ini yang sudah tergabung dalam AIUA baru sekitar 60 perguruan tinggi,” kata dia.

Hingga saat ini, perguruan tinggi Islam di Indonesia yang telah tergabung dalam AIUA baru sekitar 30 perguruan tinggi. Padahal total perguruan tinggi Islam di Indonesia baik swasta maupun negeri terdapat sekitar 850 perguruan tinggi. Oleh karena itu AIUA pun terus mendorong seluruh peguruan tinggi Islam di Indonesai untuk dapat segera tergabung dalam asosiasi.

Sedangkan untuk perluasan anggota di tingkat Asian, ia juga mengatakan bahwa AIUA akan menugaskan delegasi di beberapa negara untuk mengundang anggoga baru. Saat ini, negara yang telah terdaftar adalah Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. Hal ini dinilai sangat wajar mengingat AIUA baru terbentuk pada 2015.

Oleh karena itu, lanjut Yudian, perlu adanya delegasi yang dapat memperluas jaringan hingga ke beberapa negara lainya seperti Rusia, Kazakhstan dan beberapa negara Arab.

Selain membuat publisher dan perluasan keanggotaan, ia juga berharap dalam konferensi kali ini AIUA dapat lebih memperkuat pondasi asosiasi sehingga dapat lebih solid dalam menghadapi tantangan kedepan.

Ia pun menekankan, AIUA pun memiliki komitmen untuk dapat meningkatkan kualitas dari perguruan tinggi Islam di Asian. “Dalam mewujudkan hal itu, UIN Suka juga diberi kepercayaan untuk manangani penjaminan mutu,” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA