Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Penghentian Operasi KM Sinar Bangun tidak Dilakukan Total

Senin 02 Jul 2018 20:20 WIB

Red: Indira Rezkisari

Warga memegang bersiap melemparkan bunga dalam prosesi tabur bunga untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

Warga memegang bersiap melemparkan bunga dalam prosesi tabur bunga untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Posko pemantauan masih akan berdiri di Pelabuhan Tigaras.

REPUBLIKA.CO.ID, TIGARAS -- Tim SAR gabungan akan menghentikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba mulai 3 Juli 2018. Selama 15 hari mencari tim tak kunjung berhasil menemukan KM Sinar Bangun.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo, Senin (2/7), namun memastikan penutupan operasi tim SAR tidak berarti memberhentikan secara total pencarian. Posko pemantauan masih tetap ada di Pelabuhan Tigaras.

Penghentian yang dimaksudkan adalah penghentian proses pencarian yang dilanjutkan dengan proses pemantauan melalui Kantor SAR Medan, khususnya melalui personel SAR Posko Parapat. Jika dalam pemantauan tersebut ada informasi dari penduduk atau tanda-tanda munculnya jenazah penumpang ke permukaan, penanganan akan segera dilakukan.

"Kalau ada informasi, sampaikan ke posko, nanti akan ditindaklanjuti," ujar Bambang. Tim SAR telah melakukan pencarian selama 15 hari sejak KM Sinar Bangun tenggelam pada 15 Juni 2018.

Dengan melibatkan seluruh instansi yang melakukan pencarian di Danau Toba, pihaknya telah melakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai perkembangan yang dihadapi. Pada Ahad (1/7), tim gabungan telah melakukan dialog dan tatap muka dengan keluara korban penumpang KM Sinar Bangun yang difasilitasi Bupati Simalungun JR Saragih.

Kemudian, pihaknya telah meminta arahan dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang langsung berkomunikasi dengan keluarga korban usai tabur bunga pada Senin (2/7) siang. "Setelah dialog dua arah, sepakat dihentikan pada 3 Juli. Intinya besok (3/7) kami tutup," katanya.

KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB. Dari proses pencarian yang dilakukan, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.





sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA