Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Khamenei: AS Ingin Rakyat Iran Lawan Pemerintahan

Ahad 01 Jul 2018 04:51 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Foto: AP
AS menekan Iran lewat sanksi ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Tekanan Amerika Serikat terhadap Iran bertujuan untuk membuat rakyat Iran melawan pemerintahan resmi mereka sendiri. Demikian disampaikan  Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di lamannya pada Sabtu (30/6).

Mata uang Iran telah kehilangan nilai hingga 40 persen sejak bulan lalu. Kondisi itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang telah disepakati pada 2015. Trump juga mengatakan akan menerapkan kembali hukuman serta mencoba mengekang ekspor minyak Iran.

"Mereka membuat tekanan ekonomi untuk memisahkan bangsa dari pranata, tapi enam presiden AS sebelum dia mencoba ini dan harus menyerah," kata Khamenei seperti dikutip Khamenei.ir.

Saat berbicara kepada perwira lulusan Pengawal Revolusi, Khamenei menuduh Amerika Serikat dan negara sekutu di Teluk Arab mencoba mengguncang pemerintahan di Teheran. AS telah memicu keguncangan.

Baca juga,  Netanyahu: Iran Terperosok ke dalam Kekacauan Ekonomi.

"Jika Amerika Serikat mampu bertindak melawan Iran, ia tidak perlu membentuk persekutuan dengan negara jahat dan reaksioner di wilayah ini dan meminta bantuan mereka mengobarkan kerusuhan serta keguncangan di Iran," kata Khamenei dalam sambutannya, yang disiarkan televisi negara.

Khamenei berbicara tiga hari setelah unjuk rasa di Teheran dan kota lain, tempat ratusan pedagang di pasar menutup toko untuk menyuarakan kemarahan akibat kejatuhan rial. Pedagang seperti itu sebagian besar setia kepada kepemimpinan sejak Revolusi Islam menggulingkan kerajaan pada 1979.

Beberapa perwira lulusan Pengawal itu menggambar bendera Israel, musuh bebuyutan Iran, di telapak sepatu bot mereka. Gambar dari upacara ketentaraan itu ditayangkan kantor berita setengah resmi Tasnim.

Kantor berita negara IRNA melaporkan bahwa pejabat tertinggi pemerintah, termasuk Presiden Hassan Rouhani dan ketua parlemen serta pengadilan, bertemu untuk membahas sanksi AS tersebut.

"Berbagai kemungkinan ancaman terhadap ekonomi Iran pemerintah AS dikaji dan tindakan sesuai diambil untuk menghadapi setiap kemungkinan hukuman AS dan mencegah dampak buruknya," kata IRNA.

Amerika Serikat mengatakan kepada sekutunya untuk memotong semua impor minyak dari Iran sejak November dan tidak menawarkan pengecualian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA