Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Saran Demokrat untuk Risma

Ahad 01 Jul 2018 04:31 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Wali Kota Jatim Tri Rismaharini bersama dengan Gus Ipul dan Puti Guntur, saat hadir dalam acara 'Saur Bersama',  Ahad (10/6).

Wali Kota Jatim Tri Rismaharini bersama dengan Gus Ipul dan Puti Guntur, saat hadir dalam acara 'Saur Bersama', Ahad (10/6).

Foto: istimewa
Risma diminta menyampaikan laporan kecurangan berdasarkan data.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- DPC Partai Demokrat Kota Surabaya menyarankan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar segera melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu jika menemukan adanya indikasi kecurangan dalam Pilkada Jatim. Namun laporan itu harus berdasarkan fakta. 

"Kalau memang ada indikasi kecurangan di Pilkada Jatim 2018 tentunya harus bisa dibuktikan dengan fakta maupun data di lapangan," kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Junaedi di Surabaya, Sabtu (30/6).

Menurut dia, Demokrat akan mengapreasi Wali Kota Risma jika menindaklanjuti adanya kecurangan pilkada dengan melapor ke Bawaslu atan Panwaslu dari pada berbicara ke publik tanpa data. Karena ini membuat situasi yang semula kondusif menjadi tidak kondusif.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya ini meminta Risma lebih bisa obyektif sekaligus menghormati proses perhitungan suara, baik versi hitungan cepat seperti quick count dan real count, maupun rekapitulasi hitungan manual di tingkat kecamatan yang kini masih berjalan.

Baca juga, Risma Sebut Jawa Timur tak Butuh Pemimpin Sok Pintar. 

Junaedi mengatakan kemenangan Cagub dan Cawagub Jatim Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2018 yang diusung Partai Demokrat dan koalisi partai lain merupakan bukti bahwa warga Surabaya dan Jawa Timur melihat sosok pasangan ini bisa memimpin Jatim ke depan lebih baik.     "Untuk itu, saya berterima kasih kepada warga Jawa Timur khususnya Surabaya telah memberikan amanah kepada khofifah-Emil kedepan untuk mengabdi selama lima tahun menjadi gubernur dan wakil gubernur Jatim," katanya.

Hal sama juga dikatakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Surabaya Dedy Prasetiyo. Ia mengatakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan bagian dari Pemerintah Kota yang merupakan bagian pendukung suksesnya Pilkada Jatim di Surabaya.

"Mestinya Bu Risma ikut men-suport, jangan malah menambah situasi yang sebetulnya sudah fair menjadi tidak nyaman dengan menyebut ada kecurangan pilkada ke publik," katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya melaporkan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.   Risma mengatakan ada sejumlah kecurangan yang membuat pasangan Gus Ipul¿Puti Soekarno kalah. Hanya saja, Risma enggan menyampaikan bentuk kecurangan tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA