Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Tiga Makna di Balik Kemenangan Kolom Kosong

Sabtu 30 Jun 2018 15:32 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Andri Saubani

Sejumlah tenaga relawan menyortir kertas suara Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6).

Sejumlah tenaga relawan menyortir kertas suara Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6).

Foto: Antara/Darwin Fatir
Kolom kosong dilaporkan menang di Makassar, Lebak, dan Tangerang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah mengatakan, ada tiga makna di balik kemenangan kolom kosong. Pada Pilkada Serentak 2018 ini berdasarkan hasil quick count, kolom kosong menang di Makassar, Lebak, dan Tangerang.

Makna pertama kata Ubedilah, untuk menunjukkan bahwa mesin politik calon wali kota (cawalkot) baik dari partai pendukung, relawan dan timses tidak bekerja optimal. Padahal kata dia, kemenangan tinggal di depan mata karena lawannya hanya kotak kosong.

"Kedua, menunjukan bahwa rakyat Kota Makassar tidak percaya pada calon wali kotanya karena tidak sesuai dengan kriteria masyarakat Kota Makassar," ucap Ubedilah.

Ketiga, masih menurut Ubedilah, untuk menunjukan protes elektoral masyarakat Kota Makassar. Protes ini ditunjukkan oleh masyarakat dengan tidak memilih calon yang diberikan oleh partai politik yang hanya satu pasangan.

"Masyarakat Kota Makassar protes terhadap partai-partai pendukung cawalkot yang tidak mampu memunculkan calon berkualitas sehingga mereka protes dengan cara tidak memilih calon tunggal itu," jelasnya.

Penghitungan cepat yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui penginputan data hasil pemilihan atau formulir C1 pemilihan wali kota-wakil wali kota Makassar, kolom kosong unggul sementara melawan calon tunggal di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/6).

Berdasarkan data entri model C1 dilansir di laman infopemilu.kpu.go.id, data yang masuk melalui sistem server KPU RI telah mencapai pada persentase 80,41 persen. Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 2.147 unit dari total keseluruhan 2.670 TPS tersebar di 15 kecamatan.

Perolehan kolom kosong hingga pada pukul 07.30 WITA mencapai 236.785 suara atau persentasenya 52,50 persen. Sedangkan, calon tunggal pasangan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) memperoleh 214.219 suara dengan persentase 47,50 persen.

Sementara itu, jumlah suara sampai saat ini telah mencapai 450.069 suara atau persentasenya 96 persen. Adapun suara tidak sah 16.624 suara atau persentase tiga persen dengan jumlah keseluruhan 465.773 suara.

Jumlah pemilih Pilkada Makassar berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) laki-laki sebanyak 382.546 jiwa dan perempuan 404.647 jiwa dengan total pemilih 804.938 jiwa. Sementara itu, yang menggunakan hak pilihnya tercatat, laki-laki 213.458 jiwa, dan perempuan 247.492 jiwa, dengan total 471.248 jiwa, serta partisipasi pemilih sebesar 58,54 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA