Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

KPAI Kembali Soroti Anya Geraldine

Rabu 27 Jun 2018 05:44 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Aksi Anya Geraldine di media sosial dinilai bisa berdampak negatif bagi anak.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto kembali menyoroti sepak terjang Anya Geraldine sebagai figur publik di media sosial. Aksinya yang mengumbar keseronokan dikhawatirkan dapat mempengaruhi anak.

"Kami mengingatkan agar Geraldine tidak mengulangi perbuatan yang sama karena bisa berdampak negatif bagi anak," kata Santo di Jakarta, Rabu (27/6).

Tahun 2016, kata dia, KPAI telah memanggil Geraldine karena video mesranya yang diunggah di Youtube seiring laporan masyarakat yang merasa keberatan dengan konten tersebut.

"Jika masih mengulangi lagi perilaku yang sama dengan sebelumnya, KPAI akan mempertimbangkan untuk pemanggilan kembali. Ini semata-mata untuk memastikan perlindungan anak yang lebih baik," kata dia.

Dia mengatakan konten yang disajikan Geraldine kurang pas dan dikhawatirkan akan ditiru oleh anak Indonesia, terlebih banyaknya anak yang mengakses media sosial.

Menurut dia, 70 persen perilaku anak sangat dipengaruhi proses lingkungan seperti dari tayangan di media massa dan media sosial. Media mempengaruhi terhadap cara berfikir, bersikap dan berperilaku anak.

Untuk itu, Santo berharap para artis dan semua pihak harus menjaga nilai-nilai kesusilaan untuk keteladanan bagi anak. Apalagi, saat ini semangat penguatan pendidikan karakter telah menjadi komitmen besar negara. Tentu semua pihak harus punya napas yang sama.

"Geraldine juga harus lebih baik dari sebelumnya sebagaimana adanya komitmen perbaikan saat dipanggil KPAI tahun 2016," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA