Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Arnold Schwarzenegger Kritik Keras Kebijakan Zero Tolerance

Kamis 21 Jun 2018 10:18 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Arnold Schwarzenegger

Arnold Schwarzenegger

Foto: EPA
Hampir 2.500 anak terpisah dari orang tuanya akibat kebijakan imigrasi Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Arnold Schwarzenegger telah mengambil sikap kuat terhadap kebijakan imigrasi "zero tolerance" dari pemerintah  Donald Trump. Kebijakan itu terus mengobrak-abrik tali ikatan antara orang tua dan anak-anak di perbatasan.

Mantan Gubernur California itu mengkritik keras kebijakan tersebut. Dia mengatakan, kalau ada yang harus berada di dalam kandang sementara pemerintah bekerja dalam reformasi imigrasi komprehensif, itu adalah politikus yang tidak melakukan pekerjaan mereka. Bukan anak-anak yang tidak bersalah.

“Sebagai seorang imigran, saya tahu kekuatan magnetik kebesaran Amerika. Sebagai mantan gubernur perbatasan, saya tahu pentingnya mengamankan perbatasan kami dan memperbaiki sistem imigrasi kami yang tidak masuk akal. Sebagai orang Amerika, saya tahu bahwa anak-anak tidak boleh menjadi pion sementara ‘orang dewasa’ mengetahuinya,” kata aktor dan politikus kelahiran Austria ini, dikutip dari People, Kamis (21/6).

Aktor ini menyatakan, sikap pemerintah  benar untuk perlu memperbaiki sistem imigrasi. Namun, kalau ada orang yang akan berada dalam sangkar sementara menunggu reformasi menyeluruh, maka itu menjadi keputusan yang tidak benar bagi politikus.

Baca juga: Artis Hollywood Kecam Kebijakan Zero Tolerance

Sejak awal Mei, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, 2.342 anak telah dipisahkan dari orang tua mereka setelah menyeberangi perbatasan Amerika Serikat Selatan. Krisis datang sebagai hasil dari kebijakan "zero tolerance" pemerintah Trump untuk masuk secara ilegal ke Amerika Serikat.

Pada Selasa (19/6) malam, AP melaporkan, bayi dan anak kecil yang telah dipisahkan dari keluarga mereka dirawat di fasilitas 'perawatan lembut'. AP juga melaporkan ratusan anak-anak ditahan di dalam kandang di pusat-pusat penahanan di Texas dekat perbatasan.

Senator Demokrat Jeff Merkley dari Oregon mengunjungi satu pusat penahanan untuk anak-anak imigran tanpa pendamping dua pekan lalu di McAllen, Texas. Kemudian dia mengatakan kepada CNN melihat ratusan anak-anak dikurung di dalam kandang di sana di fasilitas itu.

"Kandang terbuat dari pagar dan kemudian kawat dan jaring membentang di atas mereka sehingga orang-orang tidak dapat memanjat keluar," kata Merkley.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA