Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Kendaraan Masih Menumpuk di Jalur Masuk-Keluar Bukittinggi

Selasa 19 Jun 2018 20:00 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Antrean kendaraan di depan Pasar Padang Luar, Kota Bukittinggi.

Antrean kendaraan di depan Pasar Padang Luar, Kota Bukittinggi.

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Wisatawan lokal menghabiskan hari terakhir cuti Lebaran di objek wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Memasuki H+4 Lebaran, penumpukan kendaraan masih terjadi di jalur-jalur utama yang menghubungkan Kota Bukittinggi dan daerah lain di Sumatra Barat. Situasi ini tak jauh beda dengan kondisi pada Senin (18/6) atau H+3 Lebaran kemarin. Penumpukan kendaraan roda 4 terlihat di Pasar Padang Luar, arah dari Kota Padang menuju Bukittinggi. Sementara arah sebaliknya, lalu lintas terpantau ramai lancar. 

Situasi lalu lintas padat merayap juga terjadi di Pasar Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kendaraan terpaksa memelankan lajunya dari arah Padang menuju Bukittinggi. Kepadatan juga masih terpantau di jalur Bukittinggi-Payakumbuh hingga jalur menuju Riau, terutama di titik-titik wisata. 

Sebagian warga Sumbar memang memilih menghabiskan waktu liburnya pada Selasa (19/6) atau H+4 Lebaran ini sebelum jatah cuti bersama habis pada Rabu (20/6) besok. Kota Bukittinggi menjadi favorit bagi keluarga yang ingin berwisata, selain kawasan wisata lain seperti Lembah Harau dan Ngalau Indah di Limapuluh Kota dan pantai-pantai di Kota Padang.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Singgamata, mengakui penumpukan kendaraan di titik-titik wisata menjadi tantangan bagi pemangku kepentingan, tak hanya kepolisian namun juga Pemprov Sumbar. Alasannya, sebagian destinasi wisata di Sumbar belum dilengkapi dengan infrastruktur penunjang seperti lahan parkir yang cukup. Akibatnya, pengunjung nekat memarkir kendaraannya di pinggir jalan dan menjadi sumbu kemacetan lalu lintas. 

photo
Wisatawan lokal memadati Pantai Padang.
"Akar masalah di objek wisata adalah tidak tersedianya lahan parkir yang memadai, sehingga para pengunjung parkir sembarangan dan atau memaksakan diri berhenti antre sehingga menyumbat arus lalu lintas," jelas Singgamata, Selasa (19/6). 

Ia mengambil contoh kawasan Pantai Padang yang pada musim libur Lebaran kali ini menjadi favorit warga untuk berwisata. Akibat padatnya pengunjung pada H+4 Lebaran ini, penumpukan kendaraan terpantau di sepanjang Jalan Samudra hingga Selasa (19/6) sore. Singgamata mengatakan Jalan Samudra atau kawasan Pantai Padang memang diprediksi menjadi titik pusat keramaian selama libur Lebaran. Meski polisi sudah berupaya mengurai kepadatan lalu lintas, namun tidak tersedianya lahan parkir yang cukup membuat jurus polisi dalam menekan potensi kemacetan menjadi tumpul. 

Singgamata menambahkan, butuh koordinasi dan kekompakan dari pemangku kepentingan untuk bisa menata ulang kawasan Pantai Padang, tak hanya soal keindahan dan kebersihan kawasan pantai, namun juga infrastruktur kantong parkir. Meski begitu, Singgamata memastikan jajaran Ditlantas Polda Sumbar berupaya maksimal untuk bisa mengurangi kepadatan lalu lintas. Menurutnya, kemacetan adalah buntut dari perlambatan kendaraan yang tak bisa diatur dengan baik.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA