Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

 

Belum Terlihat Lonjakan Kendaraan Arus Balik di GT Cikarut

Senin 18 Jun 2018 12:43 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Bayu Hermawan

Sejumlah kendaraan melintas di Pintu masuk Tol Cikarang Utama (ilustrasi)

Sejumlah kendaraan melintas di Pintu masuk Tol Cikarang Utama (ilustrasi)

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Lalu linta di ruas tol Jakarta Cikampek terpantau masih dalam kondisi normal.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Arus lalu lintas di ruas tol Jakarta Cikampek terpantau masih dalam kondisi normal di kedua arah. Belum terlihat adanya lonjakan jumlah kendaraan arus balik menuju Jakarta di gerbang tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) 2.

Pantauan Republika.co.id melalui Sentral Komunikasi (Senkom) PT Jasa Marga di Rawa Panjang, Kota Bekasi, Jawa Barat, lalu lintas di beberapa ruas ke arah Jakarta dan sebaliknya, masih terpantau ramai lancar. Bahkan, terpantau lengang. Namun, antrean kendaraan di GT Cikarut 2 sudah mencapai 15 kendaraan.

"Ramai sampai 15 kendaraan, lalu sepi lagi, ramai lagi begitu. Jasa Marga membuka 20 gardu full di GT Cikarut untuk antisipasi antrean kendaraan yang rentang waktunya lama," ujar Petugas Piket Senkom, Safwan di Senkom Tol Jakpek, Kota Bekasi, Senin (18/6).

Safwan memrediksi puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (19/6) esok disebabkan banyak perusahaan-perusahaan yang memberlakukan masuk kerja pada Rabu (20/6). Antisipasi Jasa Marga pun telah disiapkan dengan memerlakukan kebijakan lawan arah atau contraflow di sejumlah titik di kilometer ruas tol Jakpek.

"Antisipiasi besok kami berlakukan contraflow, hari ini juga kalau dilihat padat kami berlakukan, kita lihat nanti kalau sudah mulai padat kendaraan, baru kami berlakukan. Situasional saja contraflow," katanya.

Sementara ramainya antrean kendaraan di Cikarut 2 arah Jakarta, menurut Safwan diawali dari pemudik yang datang dari jarak jauh seperti Surabaya dan sekitarnya. Menurutnya, para pemudik mengincar pulang hari ini, untuk istirahat selama satu hari sejenak di rumah. "Ini dari yang jauh-jauh dulu sepertinya, dari Surabaya, Blitar, Jawa Timur. Kalau besok, diprediksi kebanyakan dari Cirebon, Bandung, dan yang dekat-dekat," jelasnya.

Kepadatan kendaraan di kilometer 62, yang kerap terjadi ketika ingin memasuki tempat peristirahatan, terpantau ramai lancar dan cenderung lengang. Hanya saja pada kilometer 47 sampai kilometer 48 wilayah Karawang terpantau padat disebabkan penyempitan jalur proyek pembangunan.

"Kalau sudah tidak memungkinkan, baru diberlakukan contraflow di kilometer 47, sekarang masih ramai lancar meski padat, kendaraan masih jalan," katanya.

Humas PT Jasa Marga cabang Tol Jakarta Cikampek Irwansyah juga mengatakan, kondisi lalu lintas di ruas tol Jakarta Cikampek sampai siang ini dalam kondisi ramai lancar. Ia memrediksi puncak arus balik terjadi di Tol Jakpek pada Selasa (19/6). "Besok mulai ramai, kondisi sekarang di Cikarut juga mulai padat, kami antisipasi contaflow," ucapnya.

Jasa Marga juga telah menyiapkan strategi arus balik yang akan dimulai pada 17 sampai 21 Juni 2018. Strategi khusus untuk menghadapi arus balik Lebaran di antaranya pengaturan distribusi lalu lintas. "Adanya penambahan hari cuti bersama dan program diskon tarif tol diharapakan dapat mengendalikan distribusi lalin, karena pengguna jalan tol memiliki pilihan waktu untuk arus balik," ujar Irwan.

Selain itu, optimalisasi kapasitas lajur, gerbang maupun tempat istirahat (TI)/TIP/Parking Bay serta peningkatan kapasitas untuk rest area di antaranya melalui pemasangan alat Rest Area Monitoring System (RAMS) dan penambahan parking bay di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

"Jasa Marga juga antisipasi percepatan penanganan gangguan di lajur. Tim dari Cabang Jakarta-Cikampek telah menyiapkan petugas siaga di lapangan, armada pendukung operasional dan tahun ini, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek menyiagakan 2 motor patroli untuk memantau pemberlakuan contraflow," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi, kepadatan yang sempat terjadi pada Selasa (12/6) atau di luar dari prediksi puncak arus mudik, disebabkan adanya gangguan kendaraan di beberapa titik di lajur contraflow, sehingga memerlukan waktu penanganan yang cukup signifikan. Untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak terulang kembali saat arus balik, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk memastikan kelaikan kendaraan sebelum memasuki jalan tol.

"Untuk arus balik, kami telah mengantisipasi untuk titik rawan kepadatan, utamanya di Tempat Istirahat dan Pelayanan di km 62 dan km 42. Kami koordinasikan dengan pihak Kepolisian terkait pemberlakuan contraflow untuk mengantisipasi kepadatan jelang akses masuk rest area," ujar Raddy R Lukman, General Manager Cabang Jakarta-Cikampek.

Selain itu, dalam arus balik, pemudik diharapkan dapat memanfaatkan jalur arteri baik itu Jalur Pantai Utara (Pantura), Jalur Tengah dan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang telah mantap. Sehingga kepadatan di jalan tol dapat diantisipasi.

Saat arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan pembatasan kendaraan jenis truk melewati jalan tol mulai tanggal 22-24 Juni 2018. Namun, untuk lebih meningkatkan efektivitasnya, mulai tanggal 18-20 Juni, Kemenhub juga akan menerbitkan imbauan untuk truk tidak melintas di jalan tol saat prediksi puncak arus balik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA