Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

 

Puncak Arus Balik di Tanjung Priok Diprediksi Jumat

Ahad 17 Jun 2018 20:59 WIB

Red: Bayu Hermawan

Pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok

Pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok

Foto: Republika/ Wihdan
Puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Priok diprediksi terjadi pada Jumat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Lollan Panjaitan mengatakan puncak arus balik di pelabuhan tersebut diprediksi pada Jumat (22/6) atau H+6 lebaran 2018. Diperkirakan akan ada tujuh kapal yang berlabuh dengan jumlah penumpang 4.700 orang.

"Di Pelabuhan Tanjung Priok, puncak arus balik diperkirakan Jumat (22/6) karena ada mudik gratis," kata Lollan di Jakarta, Ahad (17/6).

Lollan mengatakan pada puncak arus balik itu diperkirakan ada tujuh kapal yang akan berlabuh, terdiri dari satu kapal besar, dua kapal ternak, dan empat kapal perintis, dengan kapasitas penumpang sebanyak 4.700 orang.

Menurutnya, arus balik gratis dengan menggunakan kapal yang disediakan pemerintah pada tanggal tersebut, memiliki tingkat okupansi 90 persen. "Kapasitas penumpang pada hari itu yang datang 4.700 orang, okupansi pendaftarannya sudah mencapai 90 persen," ujarnya.

Menurutnya , mayoritas kapal yang akan tiba pada puncak arus balik tersebut berasal dari Semarang dengan tujuan akhir Jakarta. Selain itu, Lollan mengatakan tingkat kedatangan penumpang pada Minggu (17/6) atau H+1 belum menunjukkan angka signifikan karena data dari pihaknya perhari Sabtu (16/6) jumlah penumpang yang turun hanya 500 orang.

"Jumlah arus balik baru sedikit, baru yang reguler sehingga belum bisa dikatakan puncak arus balik," katanya.

Lollan juga menjelaskan pihaknya tidak melakukan persiapan khusus dalam rangka menghadapi arus balik lebaran 2018 karena semua elemen yang ikut menyukseskan arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Tanjung Priok sudah siaga penuh, yaitu dari Kementerian Perhubungan maupun Kepolisian. Untuk pengamanan di pelabuhan, menurut dia tidak ada peningkatan status keamanannya karena sejauh ini kondisi aman terkendali.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES