Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

 

Toilet akan Ditambah di Rest Area pada Arus Balik

Ahad 17 Jun 2018 15:19 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Yudha Manggala P Putra

Suasana Rest Area KM 575, Ngawi. Satu satunya rest area yang ada di sepanjang tol 38 kilometer.

Suasana Rest Area KM 575, Ngawi. Satu satunya rest area yang ada di sepanjang tol 38 kilometer.

Foto: Republika/Intan Pratiwi
Penambahan toilet berkaca dari pelaksanaan arus mudik Lebaran 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, rest area di sepanjang ruas tol Jawa Barat hingga Jawa Tengah menjadi salah satu poin evaluasi dalam pelaksanaan arus mudik Lebaran 2018. Berkaca dari kondisi tol beberapa hari lalu, terutama ketika H-1, Kamis (14/6), rest area merupakan penyebab kepadatan di sejumlah titik.

Sebagai antisipasi untuk arus balik, akan ditambah toilet mobile di tiap rest area. Untuk perempuan, sebanyak 12 kubik tambahan akan disediakan. Sedangkan, untuk toilet laki-laki akan disediakan bilik yang dapat menampung 50 orang. "Akan disediakan juga papan petunjuk yang lebih jelas," ujar Agung dalam rilis media usai rapat evaluasi di Cirebon, Ahad (17/6).

Penambahan toilet mobile ini diharapkan mampu mengurangi waktu kunjung pemudik di rest area secara signifikan. Sebab, menurut pantauan pada arus mudik kemarin, keterbatasan ketersediaan toilet menyebabkan masyarakat menghabiskan waktu tidak sebentar di tempat istirahat.

Selain itu, dari segi kesehatan, akan disiapkan paramedis yang siap siaga selama 24 jam di seluruh rest area. Agung menambahkan, pihak Pertamina juga sudah memastikan ketersediaan BBM pada setiap SPBU. "Kalaupun ada penambahan, mereka sudah dapat mengantisipasinya," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Republika saat arus mudik, rest area kerap menjadi titik krusial yang menimbulkan kepadatan, terutama di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Pada H-2, Rabu (13/6), terlihat bahwa antrean untuk masuk ke rest area Km 166a menyebabkan kemacetan hingga 17 kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di rest area Km 102a yang kapasitasnya mencapai 1.500 kendaraan.

Ajeng Cesari (26 tahun) menjadi salah satu pemudik asal Jakarta yang sempat terkena imbas kepadatan rest area. Saat melintas di tol Cipali pada Rabu, ia ditolak oleh seluruh rest area yang dilaluinya. "Terpaksa, saya keluar di Gerbang Palimanan, baru masuk lagi ke tol setelah istirahat," ucapnya kepada Republika, Kamis (14/6).

Sebagai antisipasi, pihak pengelola dan kepolisian memberlakukan sistem buka tutup pada rest area yang sudah terlalu penuh. Pemudik juga sempat dianjurkan untuk keluar dari ruas tol dan mencari tempat beristirahat di jalur Pantura guna mengurangi kepadatan kendaraan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES