Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wakapolri Pastikan Ada Perkembangan Kasus Novel

Ahad 17 Jun 2018 12:45 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Muhammad Hafil

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (tengah) menjawab petanyaan wartawan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin (28/5).

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (tengah) menjawab petanyaan wartawan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin (28/5).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Ada pertemuan antara KPK dan Polri pada siang ini.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin menegaskan, dalam kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, sudah ada progress. Namun ia enggan membeberkan lebih lanjut.

"Ya ada (progress-nya). Anda selalu lihat Kapolda Metro bolak balik KPK. Itu mau ngapain dia kesana? Jalan-jalan? Tidak kan. Pasti memberikan laporan atau informasi dengan pimpinan KPK," ujar Syafruddin di Jakarta, Ahad (17/6).

Ia menyebutkan, pertemuan antara KPK dengan Novel Baswedan yang akan dilaksanakan hari ini, Ahad (17/6) sekitar pukul 13.00 WIB, merupakan pernyataan sikap dari KPK. Adapun untuk penyidikan kasus Novel oleh penyidik Polda Metro Jaya, juga masih terus dilakukan.

"Oh iya nanti update ke Kapolda Metro ya, yang nanganin Polda Metro dan itu Kapolda Metro update terus saya rasa ada tiap bulan dengan kawan-kawan di KPK," ujar Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Dengan tegas ia menyatakan, Polri tidak ingin berpersepsi dan tidak ingin intervensi. "Sekarang kita harus profesional penyidik, penyidik, penyidik. Kembali ke penyidik. Kalau terlalu tinggi dibawa ke atas, ke Wakapolri atau Kapolri, nanti ada bias. Tidak boleh bias sekarang. Harus konsisten," tegas dia.

Untuk diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan, disiram air keras berjenis Asam Sulfat atau H2SO4 oleh orang tidak dikenal, seusai menunaikan shalat subuh di masjid pada 11 April 2017 lalu. Karena penyerangan tersebut, kondisi mata Novel rusak dan harus di operasi di rumah sakit di Singapura.

Pria yang menangani kasus mega korupsi proyek KTP-el itu pun kini telah kembali dari perawatan intensifnya di Singapura, sebagai upaya menyembuhkan penglihatannya imbas dari penyerangan itu. Pada 23 Maret 2018, Novel menjalani operasi tahap dua terhadap mata kirinya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA