Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

 

Polisi: Arus Mudik Tahun Ini Bagus

Sabtu 16 Jun 2018 15:30 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Teguh Firmansyah

Kendaraan pemudik antre di gate tol darurat Kertasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (13/6).

Kendaraan pemudik antre di gate tol darurat Kertasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (13/6).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Pemudik diimbau tak berbarengan pulang pada 19 dan 20 Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabag Biro Penerangan Mabes Polri Kombes Yusri Yunus mengatakan, evaluasi arus mudik terus dilakukan setiap hari. Menurut Yusri, arus mudik lebaran 2018 sangat bagus dan lancar. "Arus mudik tahun ini bagus sekali, ini kata para pemudik loh," ujar Yusri saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (16/6).

Lancarnya arus mudik, kata dia, tentu saja karena banyak faktor pendukung. Di antaranya operasional jalan dan masyarakat yang sudah pandai membaca situasi lalu lintas baik dengan memantau informasi di media sosial maupun melalui aplikasi-aplikasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan maupun Korlantas Polri.

"Masyarakat bisa membaca oh ini macet oh hari ini situasi kondusif, jadi tercicil tidak serempak (mudik) dalam satu waktu," terangnya.

Sedangkan mengenai operasional jalan, kata dia, Alhamdulillah tahun ini jalan tol sudah ada yang tersedia langsung ke Surabaya Jawa Timur. Meskipun masih belum rampung sepenuhnya namun sudah disediakan jalan alternatif dan juga jalan tol fungsional.

Baca juga,  Sosiolog: Mudik Momentum Penyegaran Motivasi.

Begitupun mengenai laka lantas,  jelas Yusri, hasil evaluasi menunjuknya terjadi penurunan tingkat kecelakaan bila dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya saja laka lantas pada 2017 sebanyak 1.623 sedangkan pada 2018 sebanyak 1.154.

"Sampai H+5 kami akan terus evaluasi, dan angka kecelakaan lalin Alhamdulillah dibanding tahun lalu drastis turun sampai 40 persen," ujarnya.

Begitupun tambahnya mengenai titik-titik rawan misalnya rawan laka lantas, rawan longsor, serta titik di mana terdapat pasar kaget pun sudah masuk dalam catatan kepolisian. Sehingga sudah diantisipasi terlebih dahulu dengan cara menempatkan anggota di lapangan.

Contoh saja di daerah rawan longsor, kepolisian sudah siapkan petugas dari ambulans, alat berat,  pos pelayanan, pos keamanan, bersama stakeholder baik dari (kementrian) perhubungan, Pertamina, rumah sakit, Oleh karena itu, untuk arus balik pun Yusri meminta agar masyarakat mengikuti imbauan kepolisian. Yakni masyarakat agar tidak serempak melakukan arus balik pada 19 dan 20 Juni 2018.

Kemudian pemudik di perjalanan juga diharapkan agar patuh dengan intruksi kepolisian apabila diminta untuk menggunakan jalur alternatif. Tidak mungkin, kata dia, polisi berniat menyusahkan ataupun membuat pemudik tersesat.

Selanjutnya titik rawan macet juga terjadi di beberapa lokasi dari jalur utara, misalnya dari tol empat lajur jadi dua lajur. Namun di lapangan sudah ada petugas yang akan mengatur. "Kemudian di beberapa titik, di Jawa barat itu di daerah Nagrek pasti ada sistem buka tutup, di Tol Cipali ada contraflow, pertemuan di km 66 arah Purbaleunyi dan Cipali pasti ada, tapi petugas standby di sana," kata Yusri.


  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA