Kecelakaan Lalu Lintas Mudik Turun 25 Persen

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 14 Jun 2018 14:18 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) menggendong seorang anak sambil berbicang dengan pemudik gratis bersepeda motor asal Jakarta yang baru turun dari KM Sabuk Nusantara 80, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6). Foto: Antara/R. Rekotomo Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) menggendong seorang anak sambil berbicang dengan pemudik gratis bersepeda motor asal Jakarta yang baru turun dari KM Sabuk Nusantara 80, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6).

Volume kendaraan roda dua atau motor turun cukup signifikan, yakni sebesar 47 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat hingga H-1 Lebaran terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 25 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah ini berbanding lurus dengan volume kendaraan roda dua atau sepeda motor yang turun cukup signifikan, yakni sebesar 47 persen.

Data yang tercatat mulai dari H-8 hingga H-2 masa angkutan Lebaran 2018 menyebutkan, tahun ini terdapat 899 kejadian kecelakaan lalu lintas hingga H-2. Angka ini lebih sedikit jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017, yaitu terdapat 1.212 kecelakaan.

"Saya pikir ini karena imbauan kita kepada masyarakat untuk tidak menggunakan motor. Karena bahaya sekali. Kalau jumlah motornya turun, kecelakaan lalu lintas juga turun," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Posko Mudik Kemenhub, Jakarta, Kamis (14/6).

Menurut Budi, pengurangan jumlah kendaraan bermotor juga disebabkan oleh maksimalnya penyediaan fasilitas kendaraan umum lainnya, seperti bus, kereta api, dan kapal laut.

photo
Infografis Tips Mudik Aman
Sementara itu, dari pantauan penggunaan jalan non-tol, pengguna kendaraan pribadi roda empat mengalami penurunan sebesar 33 persen. Selain itu, tidak hanya data jumlah kecelakaan yang menurun, akumulasi jumlah pemudik dari Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi dan melalui Tol Cikarang Utama, Cikupa, Ciawi, Cipularang, Cileunyi, dan Palimanan hingga H-2 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 silam.

Penurunan jumlah kendaraan terbesar terpantau terjadi di Gerbang Tol Cikupa dari Jakarta ke arah Merak, yaitu sebesar 16,59 persen (pada 2017 tercatat 322.157 menjadi 268.719 pada 2018). Sementara itu, Tol Cipularang-Cileunyi arah Cileunyi terpantau turun sebanyak 13,53 persen (dari 262.626 menjadi 227.092), Jakarta ke arah Cikampek pada Gerbang Tol Cikarang Utama mengalami penurunan 9,19 persen (dari 681.759 menjadi 619.129), Gerbang Tol Ciawi dari Jakarta ke arah Bogor turun 6,40 persen (dari 207.128 menjadi 193.863), serta ke arah Palimanan turun 0,20 persen (dari 333.177 menjadi 332.517).

"Penurunan arus kendaraan mudik menggunakan kendaraan pribadi ini karena adanya perpanjangan waktu cuti bersama sehingga pemudik dapat memilih waktu perjalanan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Informasi data non-tol tersebut berasal dari traffic counting yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di beberapa titik, yaitu Merak, Rancaekek, Sadang, dan Balonggandu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X