Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Mengelola Stres karena Pekerjaan

Jumat 08 Jun 2018 16:59 WIB

Rep: MGROL102/ Red: Yudha Manggala P Putra

Stres di tempat kerja berujung kematian dini.

Stres di tempat kerja berujung kematian dini.

Foto: Dailymail
Stres dapat meningkatkan risiko denyut jantung cepat dan tidak teratur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stres dapat dialami setiap orang, kapanpun dan di manapun, termasuk di tempat kerja. Jika tidak dikelola baik dampaknya bisa buruk.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan tekanan kerja dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium atau denyut jantung dengan cepat dan tidak teratur. Gangguan ini sering menyebabkan stroke, demensia, gagal jantung dan lainnya. 

Seperti dilansir di laman Time Now News, Jumat (8/6), gejala-gejala fibrilasi atrium di antaranya merasa lemah, kelelahan, perasaan pusing, dan sesak napas.

“Stres kerja sebelumnya dikaitkan dengan penyakit jantung koroner. Stres kerja harus dianggap sebagai faktor risiko yang dapat menyebabkan fibrilasi atrial dan penyakit jantung koroner, ”kata penulis studi Eleonor Fransson dari Jonkoping University di Swedia.

"Fibrilasi atrium adalah kondisi umum dengan konsekuensi yang serius. Oleh karena itu, pentingnya kesehatan masyarakat yang utama adalah menemukan cara mencegahnya."

Berikut lima langkah mengurangi stres karena pekerjaan:

Olahraga
Menjadi aktif secara fisik membantu mengurangi stres dan mengurangi risiko depresi. Selain itu menjaga berat badan tetap terkendali.

Relaksasi
Lakukan latihan pernapasan dalam, meditasi, latihan ritmik, dan yoga.

Tidur cukup
Kurang tidur dapat mempengaruhi suasana hati, kewaspadaan mental, tingkat energi, dan kesehatan. Selain itu, insomnia kronis dapat menyebabkan stres, meningkatkan risiko kecemasan, dan depresi. Tidurlah setidaknya 7-8 jam sehari.

Pertahankan keseimbangan kehidupan kerja
Mungkin sulit untuk menemukan pekerjaan dengan bayaran bagus yang menawarkan keseimbangan terbaik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, penting bagi seseorang belajar membatasi gangguan tersebut, seperti email yang berhubungan dengan pekerjaan pada kehidupan di luar pekerjaan.

Cari bantuan
Datanglah ke dokter atau pakar kesehatan jika sudah merasa kewalahan atau mengalami stres secara konstan. Stres mungkin tidak dapat dihindari, tetapi bisa dikelola. Dengan membuat pilihan gaya hidup yang sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengurangi stres dan menghindari konsekuensi yang mungkin terjadi akibat stres.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA