Tol Bocimi Dipastikan Berlaku Fungsional Selama Mudik

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Yudha Manggala P Putra

 Kamis 07 Jun 2018 15:02 WIB

Foto udara proyek pembangunan proyek jalan tol Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi) seksi I ruas Ciawi-Cigombong di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,Rabu (30/5). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya Foto udara proyek pembangunan proyek jalan tol Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi) seksi I ruas Ciawi-Cigombong di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,Rabu (30/5).

Jalur ini akan dibuka mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1439 H.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah memastikan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) bisa dimanfaatkan untuk jalur mudik dan balik tahun ini. Jalur sepanjang 15,3 kilometer ini akan dibuka H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1439 H.

"Jalan tol ini bisa memangkas waktu tempuh hingga 1,5 jam dibanding menggunakan jalan biasa Ciawi-Cigombong," ujar Kepala Proyek Susilo, Kamis (7/6).

Hasil ini didapat berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Bogor, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan pihak pengelola jalan PT Trans Jabar Tol.

Joko menegaskan untuk pembangunan proyek Tol Bocimi Seksi I sampai saat ini mencapai 95 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk jalan lainnya. Ia meyakinkan rambu segera dipasang sebelum pembukaan tol, Sabtu (9/6) ini.

Nantinya untuk jalur mudik dan balik, jalan yang akan digunakan hanya proyek Seksi I. Jalan tersebut menghubungkan wilayah Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor hingga perbatasan Sukabumi di Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor.

"Kondisi jalan terdiri dari empat lajur di dua jalur semuanya sudah sangat baik. Sehingga Bocimi bisa digunakan sebagai tol fungsional," ujarnya.

Pihaknya telah menyiapkan tiga pintu tol, yakni di pintu Tol Ciawi, kilometer 6+300 Cimande/Caringin, dan kilometer 15+300 Cijeruk/Cigombong. Pengoperasian jalan juga masih bertahap. Joko menjelaskan, pada satu pekan pertama hanya bisa dilewati dari arah Bogor/Jakarta menuju Sukabumi. Sedangkan pada hari Idul Fitri, Jumat (15/6) hingga Ahad (24/6) hanya untuk kendaraan dari arah sebaliknya.

Pengaturan ini disebut untuk mengoptimalkan arus lalu lintas kendaraan. Pihak pengelola juga akan menyediakan tempat perhentian atau rest area sementara bagi pemudik di kilometer 10+700. "Sebenarnya untuk Seksi I tidak ada rest area. Ini hanya untuk sementara. Rest area itu dilengkapi parkir kendaraan, toilet, dan musala," katanya.

Sementara itu Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menyatakan pengoperasian jalan ini hanya untuk kendaraan penumpang pribadi. Kendaraan diluar itu masih menggunakan jalur umum.

"Kendaraan bus, angkutan umum dan truk (angkutan barang) masih diarahkan ke jalan biasa," katanya.

250 personel kepolisian disiapkan untuk pengamanan jalan tol tersebut khususnya di pintu tol. Selain menyeleksi jenis kendaraan yang masuk, petugas juga akan membatasi laju kendaraan pemudik dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Waktu tempuh kendaraan dengan kecepatan tersebut membutuhkan jangka 30 menit. Kecepatan di atas itu akan membahayakan kendaraan lain karena kondisi jalan yang berdebu bisa menutupi pandangan.

Pihak pengelola memperkirakan jumlah kendaraan yang beralih dari jalan raya ke tol Bocimi mencapai 30.000 unit per hari. Karena itu, rencana pengoperasian jalan tol Bocimi Seksi I mendapat dukungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Taofan Andriana menyebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan pembukaan jalan kepada pihak pengelola. Jika jalan sudah dirasa siap dan rambu sudah rampung dipasang, maka jalur tersebut boleh digunakan.

"Kalau memang sudah siap, silakan jalan (dioperasikan). Kami menyerahkan pada pihak pengelola untuk melengkapi kekurangan-kekurangannya," kata Taofan.

Namun, keputusan pembukaan jalan juga harus berdasarkan persetujuan kepolisian. Ia sendiri menilai secara umum jalur ini sudah siap, namun beberapa kekurangan seperti rambu petunjuk dan rambu peringatan memang harus dilengkapi.

Pihak Ditjen sendiri mulai membuka posko keamanan dan pengawasan di jalur tersebut esok (8/6). Taofan pun berharap kekurangan yang ada bisa segera dipenuhi. "Kita dari Dishub hanya melakukan pengecekan. Kalau Waskita menyatakan siap dan kepolisian menyetujui, kita buka. Secara fasilitas juga harus dipenuhi," lanjutnya.

Jalur Bocimi ini di setiap pintu keluarnya akan dijaga oleh pihak kepolisian. Hal ini juga dilakukan untuk antisipasi dan edukasi kepada pengemudi. Jalur Bocimi dibuka 24 jam bagi pemudik yang ingin menuju arah Sukabumi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X