Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Susu Bisa Buat Anak Gemuk? Penelitian Ini Ungkap Jawabannya

Ahad 27 May 2018 06:04 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nur Aini

Balita minum susu

Balita minum susu

Foto: Dailymail
Susu dan produk turunannya tidak berkontribusi terhadap obesitas pada anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Penelitian terbaru di Eropa menemukan susu dan produk susu tidak berkontribusi terhadap obesitas pada anak-anak. Meskipun begitu, ada ketidakpastian apakah kelompok makanan tersebut dapat memiliki efek negatif pada berat badan anak-anak.

Dipimpin oleh Dr Anestis Dougkasdari Institut Paul Bocuse di Prancis, tinjauan skala besar melihat 95 penelitian dari 27 tahun terakhir yang melibatkan total 203.269 peserta. Setelah menganilisis efek dari susu berlemak, susu rendah lemak, dan produk susu lainnya pada risiko obesitas anak, tim menemukan tidak ada produk yang berperan dalam perkembangan kondisi itu.

Hanya sembilan studi yang termasuk dalam ulasan, di mana dua protein susu yang dinilai sebagai komponen susu, menunjukkan hubungan positif antara susu dan produk susu serta kegemukan tubuh. Setelah melihat mekanisme yang mungkin mendasari efek susu dan produk susu pada kemampuan tubuh, mereka juga tidak menemukan alasan pendukung teori makanan itu menambah kelebihan berat badan dan nafsu makan.

Para peneliti juga gagal menemukan bukti bahwa usia anak-anak berperan. Namun, mereka mengakui ada kekurangan data anak-anak berusia satu sampai lima tahun.

Temuan baru tersebut mendukung tinjauan sebelumnya. Menurut Dougkas temuan penting adalah konsistensi temuan di berbagai jenis susu, produk susu, dan kelompok usia.

"Hasil kami harus meringankan setiap kekhawatiran orang tua yang mungkin membatasi konsumsi susu dan produk susu bagi anak-anak mereka dengan alasan kemungkinan obesitas," kata Dougkas,dikutip dari The Malay Mail, Sabtu (26/5).

Para peneliti menambahkan berbagai produk baru (termasuk alternatif berbasis tanaman yang digunakan sebagai pengganti susu) belum dievaluasi dalam studi ilmiah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA