Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Nuhfil Hanani Terpilih Jadi Rektor Universitas Brawijaya

Rabu 23 May 2018 19:49 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ratna Puspita

Rektor Universitas Brawijaya terpilih periode 2018 sampai 2022, Profesor Nuhfil Hanani (tengah) bersama dua calon lainnya di Gedung Widyaloka UB Malang, Rabu (23/5).

Rektor Universitas Brawijaya terpilih periode 2018 sampai 2022, Profesor Nuhfil Hanani (tengah) bersama dua calon lainnya di Gedung Widyaloka UB Malang, Rabu (23/5).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Nuhfil berjanji akan menggenjot kualitas Universitas Brawijaya di tingkat Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Profesor Nuhfil Hanani terpilih menjadi rektor baru Universitas Brawijaya (UB) periode 2018 sampai 2022. Dekan Fakultas Pertanian (FP) UB ini mengalahkan dua calon rektor lainnya, termasuk pejawat Profesor Mohammad Bisri.

Pada pemungutan suara, Nuhfil mengumpulkan suara sebanyak 159 sedangkan Mohammad Bisri mendapatkan 93 suara. Sementara calon nomor urut tiga, Osfar Sjofjan hanya mampu mendapatkan empat suara. 

Total suara yang masuk pada pemungutan tersebut sebanyak 257 suara. Namun, satu suara dinyatakan tidak sah. 

Mengenai hasil ini, Nuhfil berjanji akan menggenjot kualitas UB di tingkat Asia. "Era saya ini sudah masuk daya saing tingkat Asia sedangkan Pak Bisri kemarin masih setengah Asia. Ini yang harus kita genjot," ujar Nuhfil saat ditemui wartawan di Gedung Widyaloka UB Malang, Rabu (23/5).

Menurut Nuhfil, peringkat sumber daya manusia (SDM) memang masih sangat rendah. Dia mengatakan ini yang perlu ditingkatkan, termasuk dengan membuat program khusus percepatan doktor atau profesor. Dengan demikian, ia mengatakan, kualitas SDM UB dapat lebih baik lagi ke depannya.

Selain SDM, Nuhfil berjanji UB akan memperkuat riset, yang selama ini masih dianggap lemah. UB berupaya untuk memberikan intensif agar para peneliti semangat dalam melakukan risetnya. Harapannya, riset mereka dapat masuk ke dalam daftar jurnal internasional terindeks Scopus.

Sementara itu, Rektor UB Periode 2014-2018 Profesor Mohammad Bisri mengucapkan selamat dan kesuksesannya pada rektor baru yang terpilih. Dia berharap, rektor terpilih dapat melanjutkan program yang telah dikerjakannya sehingga lebih baik lagi. 

"Ya kalau bisa melanjutkan yang sudah dikerjakan karena kita tahu tugas ke depan cukup berat," jelasnya.

Menurut Bisri, ada beberapa hal yang perlu digenjot lagi ke depannya agar UB semakin berkembang. Beberapa di antaranya seperti masalah laboratorium, SDM, reputasi publik, reformasi serta birokrasi yang harus terus dikawal. Untuk itu, dia sangat berharap dukungan banyak pihak agar hal tersebut dapat terwujud.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Profesor Intan Ahmad berharap rektor terpilih akan memberikan perubahan lebih baik lagi nanti. "Pemerintah sangat memperhatikan UB yang merupakan salah satu kampus dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia," kata Intan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA