Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Pantai Ruko Pilihan Pengunjung Isi Libur Ramadhan

Selasa 22 May 2018 23:26 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Panti Ruko biasanya ramai dikunjungi pada malam hari.

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Objek wisata pantai di Desa Ruko dan Desa Kokotajaya Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) menjadi pilihan pengunjung dan berwisata di Pulau Halmahera pada musim liburan pertama bulan Ramadan. Sebagian besar pengunjung datang pada malam hari.

"Biasanya di malam hari, terlihat ramai dengan dipadati oleh sejumlah pengunjung baik yang datang dari daerah-daerah di Halmahera Utara, juga ada beberapa turis asing yang berkesempatan ikut berkunjung di lokasi pantai ini," kata salah seorang pengelola objek wisata Desa Ruko, Fransiska di Ternate, Senin (21/5).

Sebab, pantai yang mengandung dengan pasir putih yang indah itu, ternyata mampu menggoda para wisatawan yang datang berkunjung ke pantai pasir putih dengan panjangnya hampir kurang lebih 1 kilo meter.

Menurut dia, objek wisata pantai pasir putih tersebut walaupun belum lama beroperasi, tetapi secara tidak langsung sudah memiliki daya tarik tersendiri, dimana terlihat lokasi pantai yang sangat panjang, luas dan memiliki pemandangan yang sangat indah baik di darat maupun di laut.

Selain itu, ada beberapa fasilitas yang juga harus disiapkan oleh para pengelola objek wisata pantai pasir putih tersebut, mengingat para pengunjung terlihat mulai ramai berdatangan di lokasi pantai.

"Kalau saya lihat disini sudah ada warung kios kecil-kecilan, kalau bisa selain kios juga ditambah dengan kamar ganti supaya kami para pengunjung juga lebih leluasa ketika berkunjung," kata Fransiska.

Sementara itu, Kepala Desa Ruko Kecamatan Tobelo Utara, Thos Tidore ketika dihubungi secara terpisah mengatakan, untuk objek wisata yang ada direncanakan akan dikelolah langsung oleh pihak pemerintah setempat, maka untuk upaya perlengkapan sarana fasilitas dan lain sebagainya masih dalam tahap upaya.

"Perlu dimaklumi kalau masih banyak kekurangan dengan objek wisata pantai di desa kami, karena sampai hari ini baru kurang lebih 2 minggu ada aktivitas warga dan pengunjung di sana, mengingat badan jalan dari desa menuju pantai baru dibuka," ujarnya.

Bahkan, pihaknya berencana akan berkordinasi dengan sejumlah instansi terkait, dalam mengembangkan akan objek wisata pantai tersebut, diantaranya, pihak Dinas Parawisata (Dispar) Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan beberapa instansi terkait didalamnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA