Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

 

Agar Kita Menjadi Dermawan

Senin 21 Mei 2018 15:19 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko

Warga membayar infak menggunakan layanan zakat, infak, dan sodaqoh drive thru dipasang di depan Masjid Al-Itishom, Jakarta Selatan, Senin (23/10).

Warga membayar infak menggunakan layanan zakat, infak, dan sodaqoh drive thru dipasang di depan Masjid Al-Itishom, Jakarta Selatan, Senin (23/10).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bulan Ramadhan ini merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan keimanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melaksanakan ibadah puasa Ramadhan salah satu manfaatnya dapat melatih kejujuran. Selain itu melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadhan juga dapat meningkatkan keimanan seseorang.

"Kalau imannya lemah tingkat kejujurannya akan rendah, semakin kuat keimanannya semakin tinggi tingkat kejujurannya," kata Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr Amirsyah Tambunan kepada Republika.co.id, belum lama ini.

Dr Amirsyah mengatakan, bulan Ramadhan ini merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan keimanan. Bahkan ada hadis yang mengatakan, barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Menurutnya, ibadah puasa bisa dilihat dari berbagai dimensi. Di antaranya dimensi fisik dan dimensi spiritual. Dua dimensi ini berimplikasi terhadap keshalehan pribadi dan keshalehan sosial.

photo
Infografis Puasanya Rasulullah

Menjalankan ibadah puasa berdasarkan aspek spiritual dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan. Berdasarkan aspek fisik dapat memperkuat kesabaran yang kaitannya dengan pengendalian diri.

"Dengan ibadah puasa kita mampu mengendalikan diri termasuk mengendalikan hawa nafsu, puasa tidak sekedar menahan lapar dan haus tetapi juga harus mampu mengendalikan nafsu," ujarnya.
Dr Amirsyah menyampaikan, Rasulullah mengatakan, akmalul muminina imanuhum ahsanuhum khuluqa, wa khiyarukum khiyarukum li nisaaihim khuluqan. Artinya sesempurna sempurna keimanan orang beriman ialah yang paling baik akhlaknya. Dikatakan dia, jadi orang yang jujur tentu akhlaknya baik, orang yang imannya kuat tingkat kejujurannya akan tinggi.

(Baca Juga: Puasa dalam Kesederhanaan Komunitas Muslim di Jepang)

Ketua umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Prof Ahmad Satori Ismail, menjelaskan keutamaan Ramadhan. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat.

Namun, dalam bulan Ramadhan, pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan.” Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW mengajak seluruh umatnya untuk memperbanyak amal ibadah di bulan yang suci ini.

“Hal ini mendorong kita untuk meningkatkan amal ibadah, kepedulian sosial, kebersamaan, dan juga kedermawanan. Inilah keutamaan bulan suci Ramadhan,” kata Ahmad Satori Ismail saat dihubungi, Senin (21/5).

Rasulullah SAW juga menujukkan keteladanan tentang sikap dermawan. Hadis riwayat Bukhari memaparkan tentang sifat Nabi Muhammad SAW yang gemar berbagi. Dikatakan bahwa Rasulullah SAW merupakan insan yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan. Pada bulan tersebut, beliau selalu dikunjungi malaikat Jibril setiap malam untuk memperdalam Alquran.

“Kedermawanannya sangat luar biasa, sehingga diibaratkan angin sejuk. Rasulullah SAW lebih dermawan melebihi semilir angin yang berembus,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA