Friday, 25 Jumadil Akhir 1443 / 28 January 2022

Presiden Mesir Buka Jalur Gaza untuk Warga Palestina

Sabtu 19 May 2018 06:07 WIB

Rep: melisa riska putri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi

Pembukaan jalur akan meringankan beban saudara-saudara di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID,  RAFAH -- Warga Gaza berbaris sejak Jumat (18/5) fajar untuk melakukan perjalanan melintasi perbatasan ke Mesir. Mereka berbondong-bondong berjalan setelah Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi membuka gerbang negaranya dengan Jalur Gaza selama Ramadhan.

Pengumuman ini disampaikan pada Kamis (17/5) malam. Jika dilaksanakan sepenuhnya akan membuka penyeberangan Rafah ke Palestina untuk periode tunggal terpanjang dalam beberapa tahun.

Akun Twitter Sisi mengatakan, pembukaan jalur akan meringankan beban saudara-saudara di Gaza. Penduduk Palestina dari Gaza yang pertama telah berbaris sejak pukul 5 pagi akhirnya diizinkan masuk ke Mesir delapan jam kemudian, jam 1 siang.

Hamas membantah adanya tekanan Mesir. Tapi pembukaan jalur itu secara luas terlihat di Gaza dan Israel sebagai kemungkinan hasil dari kesepakatan untuk memberikan warga Gaza ke dunia luar. Ini sebagai imbalan atas de-eskalasi protes enam pekan yang mematikan di Gaza.

Pasukan Israel membunuh lusinan warga Palestina ketika Amerika Serikat (AS) membuka kedutaan barunya untuk Israel di kota suci Yerusalem, Senin (14/5).

"Ini politik. Saya berani mempertaruhkan hidup saya untuk itu," kata seorang warga Gaza berusia 34 tahun sambil menunggi di antara banyaknya penumpang di Rafah.

Ia mengatkan, kunjungan 13 Mei oleh pemimpin Hamas Ismail Haniyeh ke Mesir berusaha bertindak sebagai perantara antara Israel, hamas dan para pesaingnya Palestina. Ia meyakini, pembukaan jalur ini adalah bagian dari kesepakatan yang dibuat Haniyeh dengan orang mesir untuk menenangkan situasi di Gaza.

"Kami tidak menentangnya. Sebaliknya, kami berharap itu juga termasuk mengangkat blokade Israel," ujarnya.

Penyeberangan perbatasan Israel tertutup bagi sebagian besar orang Palestina sejak Hamas menguasai Gaza pada 2007. Perbatasan Mesir menjadi sangat penting bagi kelangsungan ekonomi Gaza.

Meski Hamas mengendalikan Gaza, itu tidak secara langsung mengendalikan penyeberangan paling penting di jalur Rafah dengan Mesir dan Erez dengan Israel. Mereka menyerahkan kendali atas penyeberangan itu kepada rivalnya Otoritas Palestina yang bermarkas di Tepi Barat. Penyerahan dilakukan akhir tahun lalu dalam kesepakatan rekonsiliasi yang ditandatangani di Kairo, Mesir.

Protes perbatasan Gaza-Israel mulai meredup pada Jumat dibanding pekan-pekan sebelumnya. Ratusan orang berkumpul di kamp-kamp perbatasan, membakar ban ketika Israel menembakkan gas air mata.

Di tempat lain, shalat Jumat pertama Ramadhan berlalu dengan damai termasuk di Yerusalem. Di sana, puluhan ribu berkumpul untuk beribadah di masjid Al-Aqsha.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA