Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Manis Pedas Sate Rembiga Kota Mataram

Sabtu 19 Mei 2018 04:04 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Indira Rezkisari

Sate Rembiga

Sate Rembiga

Foto: Republika/Andrian Saputra
Dagingnya direndam sepekan sebelum dibakar jadi sate.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Jika sedang berada di Kota Mataram, tak ada salahnya mencicipi Sate Rembiga. Kuliner khas Kota Mataram ini cocok menjadi menu pilihan untuk berbuka puasa. Rasanya yang manis dan pedas membuat penikmatnya bakal ketagihan.

Tak susah untuk menemukan penjual Sate Rembiga. Hampir di tiap sudut kota Mataram, terdapat rumah makan yang menyajikan menu sate Rembiga. Misalnya saja Lesehan Sate Rembiga Lombokoe.

Rumah makan yang berlokasi di Jalan Dakota, Selaparang, Mataram ini sudah sejak tahun 90-an menjual Sate Rembiga. Cita rasa Sate Rembiga yang khas, membuat Lesehan Sate Rembiga Lombokoe menjadi pilihan para pelancong yang ingin berburu kuliner Nusa Tenggara Barat (NTB).

Beberapa waktu lalu Republika.co.id sempat berkunjung ke restoran tersebut dan menemui Ahmadi Reza salah satu koki di Lesehan Sate Rembiga. Menurutnya Sate Rembiga di restorannya mempunyai cita rasa khas dibanding dengan restoran yang menjual menu serupa. Sebab jelas dia, daging sapi yang sudah dipotong kecil direndam terlebih dulu selama sepekan sebelum disajikan untuk dijual di restoran.

Setelah proses perendaman selesai, Sate Rembiga dibakar dan dicampur bumbu-bumbu yang telah dipersiapkan. Di antara campuran bumbu tersebut yakni gula aren, cabai, asam, garam, kecap, bawang putih dan bawang merah.

Selain itu, Ahmadi mengatakn restoran Lesehan Sate Rembiga Lombokoe juga mempunyai bumbu khas yang ditambahkan. Namun ia merahasiakan bumbu tersebut. Kendati demikian, Ahmadi menjamin kehalalan seluruh bumbu dan bahan yang digunakan untuk membuat sate.

"Orang tahu Sate Rembiga ya di sini aslinya, ada rempah-rempah khusus untuk bumbunya dan yang membuat nikmat itu cabainya terasa, dagingnya empuk," kata Ahmadi.

Saking terkenalnya, restoran yang satu ini pun kerap menerima pesanan dari luar daerah. Di Lesehan Sate Rembiga Lombokoe harga satu porsi atau sepuluh tusuk sate yakni Rp 25 ribu. Anda tak akan menemukan saus atau kecap tambahan untuk menyantapnya, sebab seluruh bumbu sudah dicampur saat proses pembakaran.

Biasanya, jelas Ahmadi, untuk menyantap sate rembiga pengunjug akan memesan menu pendamping lainnya yakni plecing kangkung, tempe dan tahu. Tertarik?



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA