Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

 

Melawan Hawa Nafsu

Kamis 17 May 2018 17:07 WIB

Rep: Umi Nur Fadillah/Febrian Fachri/ Red: Agung Sasongko

Memahami puasa Ramadhan

Memahami puasa Ramadhan

Foto: republika
Konsistensi beribadah menjadi kunci kemenangan melawan hawa nafsu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah melawan hawa nafsu dan diri sendiri. Seseorang yang malas beribadah di Bulan Ramadhan akan lebih malas lagi usai Ramadhan berlalu.

Pimpinan Lembaga Dakwah Kreatif iHaqi, Ustaz Erick Yusuf menilai, Ramadhan merupakan perang mengendalikan hawa nafsu dan keinginan diri sendiri. “Inilah perang yang sesungguhnya,” kata dia, kepada republika.co.id, Kamis (17/5).

Ihwal melawan diri sendiri, Kang Erick, menyebut dalam Alquran surah An-Nas disebutkan, tiga kali manusia dimita berlindung kepada Allah. Karenanya perang melawan diri sendiri adalah peperangan besar.

“Kita disuruh meminta perlindungan pada Rab-nya manusia, Malik-nya manusia, Ilahi-nya manusia, untuk melawan dalam dada. Kalau kita itu berperang dengan pikiran, diri sendiri, di dalam dakwah. Artinya sesuatu yang kita lakukan dalam konteks kesungguhan kita, ujar dia.

photo
Infografis Ramadhan

Di Pekanbaru, Ustaz Abdul Somad mengajak umat Islam agar konsisten meningkatkan amal ibadah selama bulan penuh barokah, bulan penuh ampunan yaitu bulan suci Ramadhan. Ibadah Ramadhan jangan hanya ramai dan semangat di awal tapi semakin lesu dan sepi ketika di akhir Ramadhan.

"Ibadahlah di bulan suci ini sampai final. Ada babak awal, perempat final, semifinal dan final. Nanti jangan pula yang masuk final hanya imam di masjid saja di hari terakhir bulan Ramadhan. Udah dekat 1 syawal, imam saja lagi yang shalat subuh ke masjid. Jangan seperti itu. Jangan sampai kita tersingkir," kata Ustaz Somad saat memberikan ceramah Zuhur di Ballroom Gedung Bank Riau Kepri, Pekanbaru, Kamis (17/5) yang disiarkan langsung melalui akun facebook resmi Ustaz Somad.

Pengajar di Universitas Islam Sultan Syarif Kasim itu mengatakan, selain giat ibadah shalat wajib dan sunat, umat Islam juga harus rajin memberi infak sedekah. Begitu juga dengan memperbanyak membaca ayat suci Alquran. Di samping itu kata Ustaz Somad tetap menjaga hubungan silaturahim dengan orang lain.

(Lihat Video: Keistimewaan Bulan Ramadhan)

Ustaz Somad menyebut ibadah dan amal yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini juga menjadi cerminan kualitas ibadah di hari-hari biasa di luar Ramadhan. Bila seseorang malas beribadah di bulan Ramadhan, maka kata dia orang itu juga lebih malas lagi untuk beribadah di hari lain di luar Ramadhan.

"Bulan Ramadhan, bulan beribadah. Kalau tidak beribadah di bulan Ramadhan artinya di luar Ramadhan orang itu juga tidak beribadah. Tidak bersedekah di bulan Ramadhan artinya juga pelit bersedekah di luar bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan tak melakukan yang baik-baik, di hari lain di luar Ramadhan juga berbuat yang tak baik," ujar Ustaz Somad.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES