Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Jepang Kutuk Insiden Bom Surabaya

Senin 14 May 2018 12:39 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Indira Rezkisari

 Polisi menutup jalan di depan Polrestabes Surabaya, setelah terjadi ledakan di pintu masuk Polrestabes Surabaya, Senin (14/5).

Polisi menutup jalan di depan Polrestabes Surabaya, setelah terjadi ledakan di pintu masuk Polrestabes Surabaya, Senin (14/5).

Foto: AP/Achmad Ibrahim
Jepang memandang aksi teror bom sebagai tindakan tirani yang tak bisa dimaafkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyampaikan ucapan simpati dan belasungkawa kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Belasungkawanya berkaitan dengan insiden pengeboman di tiga gereja di Surabaya pada Ahad (13/5).

"Pada tanggal 13 Mei 2018 pagi, kami mendapat kabar telah terjadi peledakan bom di beberapa tempat di Surabaya yang mengakibatkan banyak korban meninggal dan luka-luka. Saya merasa terkejut dan sangat marah," kata Kono, seperti diterangkan dalam rilis yang diterbitkan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Senin (14/5).

Jepang mengutuk keras kejadian tersebut. "Teror serta tindakan tirani semacam ini, dengan alasan apapun, tidak bisa dimaafkan. Kami mengutuk dengan keras aksi tersebut," ujar Kono.

Ia pun menyampaikan rasa belasungkawa untuk para korban. "Kami menyampaikan simpati serta belasungkawa kepada para korban meninggal beserta keluarga mereka dan simpati yang mendalam kepada seluruh korban luka yang saat ini dalam perawatan di rumah sakit. Sekaligus kami menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah Indonesia serta seluruh rakyat dan bangsa Indonesia atas kejadian ini," kata Kono.

Pada Ahad kemarin, Gereja Pentakosta, GKI, dan Santa Maria menjadi target serangan bom. Insiden ini telah menyebabkan 14 orang tewas dan sekitar 43 lainnya luka-luka.

Berdasarkan keterangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian aksi pengeboman di tiga gereja di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga yang baru saja kembali dari Suriah. Mereka diduga merupakan anggota jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

Pagi ini, Mapoltabes Surabaya juga kembali menjadi korban teror. Sebuah bom bunuh diri meledak di sana.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA