Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Angin Ribut Dominasi Bencana di Kota Sukabumi

Jumat 11 May 2018 17:51 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Salah satu rumah yang rusak berat akibat bencana pergerakan tanah ditinggalkan pemiliknya di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/8).

Salah satu rumah yang rusak berat akibat bencana pergerakan tanah ditinggalkan pemiliknya di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/8).

Foto: Antara/Budiyanto
Ada sebanyak 50 kali kejadian bencana sejak Januari hingga awal Mei 2018

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sepanjang kurun waktu Januari hingga awal Mei 2018 telah terjadi sebanyak 50 kejadian bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Jenis bencana yang paling tinggi kasusnya adalah angin ribut atau puting beliung. "Data yang kami himpun ada sebanyak 50 kali kejadian bencana sejak Januari hingga awal Mei 2018," terang Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan Jumat (11/5).

Dari 50 kejadian tersebut jenis bencana yang paling tinggi kasusnya adalah angin topan sebanyak 15 kasus. Kejadian angin kencang ini terutama terjadi pada April. Pertama, bencana angin ribut atau puting beliung menerjang Kota Sukabumi pada Rabu (4/4) 2018. Wilayah yang terkena bencana ini berada di 11 kelurahan yakni Cikole, Karangtengah, Cisarua, Tipar, Karamat, Citamiang, Gunung Parang, Warudoyong, Gedong Panjang, Cibeureum Hilir, dan Nanggeleng.

Bencana angin kencang menyebabkan pohon tumbang sebanyak 30. Selain itu menyebabkan kerusakan terhadap rumah sebanyak 42 unit, mobil tujuh unit, sepeda motor lima unit, baliho atau reklame enam buah, satu masjid, satu kios, dan tiga unit gerobak.

Selanjutnya, pohon tumbang akibat angin kencang juga terjadi di halaman RSUD R Syamsudin SH di Jalan Rumah Sakit Kecamatan Cikole Kamis (26/4). Dampaknya sebanyak 15 unit kendaraan roda empat mengalami kerusakan. Terakhir, pohon tumbang kembali terjadi pada Jumat (27/4) di Kampung Cibarombok RT 01 RW 01 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong.

Selain angin ribut, Zulkarnain mengatakan, bencana lainnya yang tinggi kasusnya adalah gempa bumi ada 11 kejadian. Cuaca ekstrem 11 kejadian, dan kebakaran 10 kejadian. Sementara tanah longsor sebanyak sembilan kejadian dan banjir empat kejadian.

Sementara wilayah yang paling tinggi kasus bencana adalah Cikole sebanyak 10 kejadian. Disusul berikutnya Kecamatan Lembursitu sebanyak sembila kejadian dan Cibeureum sebanyak delapan kejadian. Di sisi lain, BPBD Kota Sukabumi menggiatkan simulasi latihan evakuasi mandiri. Kegiatan tersebut dilakukan agar masyarakat mempunyai kemampuan untuk menyelematkan diri ketika terjadi bencana.

Simulasi evakuasi mandiri dari bencana tersebut dilakukan Terminal Lembursitu Kota Sukabumi Kamis (26/4) lalu. Kegiatan tersebut bersamaan dengan hari kesiapsiagaan bencana nasional yang jatuh setiap 26 April.

Kegiatan ini bertemakan siaga untuk selamat, terang Zulkarnain. Di mana berdasarkan hasil survei menyebutkan seseorang selamat dari bencana lebih dikarenakan adanya kesiapsiagaan diri sendiri sekitar 35 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA