Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Indef: Penurunan Daya Beli Dibiarkan Terjadi

Senin 07 May 2018 23:15 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Muhammad Hafil

INDEF Bhima Yudistira Adhinegara dalam Diskusi Lantaibursa.id dengan tema

INDEF Bhima Yudistira Adhinegara dalam Diskusi Lantaibursa.id dengan tema

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Pemerintah perlu menambah alokasi subsidi BBM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi dari Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, pemerintah belum mampu menyelesaikan persoalan perlambatan konsumsi rumah tangga. Untuk diketahui, sejak tahun lalu pertumbuhan konsumsi rumah tangga, terus berada pada kisaran level 4,9 persen.

"Penurunan daya beli seakan dibiarkan terjadi. Kebijakan yang paling fatal itu pencabutan subsidi listrik 900 VA dan kelangkaan premium. Itu langsung masyarakat menahan belanja," ujar Bhima, Senin (7/5).

Menurut Bhima, pemerintah perlu segera menambah alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu, alokasi BBM jenis premium perlu dikembalikan terutama di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

Sektor industri juga perlu diperkuat karena sebagian besar serapan tenaga kerja ada di industri. "Kalau industri loyo, pendapatan masyarakat juga turun. Kebijakan pajak juga harus kondusif dorong dunia usaha jangan agresif terutama ke kelas menengah," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA