Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Berikan Informasi yang Jelas Terkait Vaksin

Sabtu 05 Mei 2018 18:54 WIB

Rep: Yusuf Assidiq/ Red: Agus Yulianto

Direktur Utama Biofarma M Rahman Roestan

Direktur Utama Biofarma M Rahman Roestan

Foto: yusuf assidiq
Masyarakat membutuhkan panduan untuk memperoleh informasi yang benar.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Upaya memberikan informasi yang jelas terkait vaksin, termasuk ke kalangan pondok pesantren (ponpes), menjadi perhatian manajemen Biofarma. Bersama dengan Harian Republika, perusahaan milik negara tersebut menggelar acara Silaturahim Pesantren, Sabtu (5/5).

 

Acara yang berlangsung di Hotel Dafam Rohan, Yogyakarta, ini dihadiri langsung Direktur Utama Biofarma M Rahman Roestan, Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaedi, serta para pengasuh ponpes di wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

 

Rahman Roestan pun menyambut baik acara silaturahim ini khususnya untuk menginformasikan berbagai hal mengenai vaksin dan imuninasi. Menurutnya, upaya ini untuk mendukung penguatan aspek kesehatan masyarakat.

 

Dikatakan Rahman, seiring momentum Pekan Imunisasi Dunia pada April 2018, pihaknya juga menggelar program Santri Sehat. Pada tahun ini, program tersebut telah diadakan di empat ponpes di Jatim dan Jateng.

 

Sementara Irfan Junaedi menekankan perlunya penyampaian informasi yang jelas dan benar, termasuk yang terkait dengan vaksin ini. Pasalnya, dewasa ini banyak beredar informasi yang belum jelas kebenarannya.

 

Ketika itu pula, dia menilai, masyarakat membutuhkan panduan untuk memperoleh informasi yang benar. "Di sinilah kami berkomitmen menghadirkan informasi yang sudah terverifikasi dan dengan sumber yang jelas. Jadi kita menghindari memuat berita palsu atau menyesatkan," tegasnya.

 

Irfan juga menekankan, saat ini, sebuah informasi yang layak tayang tidak lagi bisa hanya bersandar pada nilai berita. Namun yang juga penting adalah unsur kemaslahatan dari informasi tersebut. "Terkadang ada berita bagus tetapi ketika itu disajikan justru memicu keresahan. Nah ini yang harus dihindari," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA