Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Adhi Karya Pisahkan Unit Kerja untuk Menggarap TOD

Jumat 04 May 2018 18:09 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah

Salah satu proyek Adhi Karya.

Salah satu proyek Adhi Karya.

Foto: dok. Adhi Karya
Untuk pemisahan tersebut akan menggunakan mekanisme nilai buku pada Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kedua Jumat, hari ini (4/5). Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan dalam RUPS kedua tersebut ditetapkan persetujuan spin off atau pemisahan unit kerjauntuk menggarap transit oriented development  (TOD) dan hotel serta perubahan anggaran dasar.

Dia menjelaskan hal tersebut sebenarnya sudah dibahas pada RUPS pertama sebelumnya, namun belum mencapai keputusan. "Untuk keputusan dua agenda ini forum saat itu tidak memrnuhi karena perubahan dasar anggaran dan spin off diperlukan 75 persenkehadiran pemegang saham," kata Entus di kantor Adhi Karya, Jakarta Selatan,Jumat (4/5).

Dengan begitu untuk pengerjaan TOD dan hotel akan digarap oleh anak perusahaan Adhi Karya yaitu PT Adhi Commuter properti (ACP). Dia menjelaskan untuk melakukan pemisahan tersebut akan menggunakan mekanisme nilai buku pada Desember 2017.

Hanya saja, Entus belum bisa mengungkapkan angka pasti untuk nilai asetnya yang akan diberikan ke ACP. "Angka-angkanya secara persis belum kami siapkan tapi kurang lebih sebesar Rp 1,9 triliun," tutur Entus.

Dia menambahkan alasan Adhi Karya melakukan pemisahan unit kerja untuk menggarap TOD dan hotel karena melihat adanya potensi lain. Salah satunya dengan dimulainya kontruksi dan diselesaikannya pembangunan light rail transit (LRT) menimbulkan sentra-sentra baru kegiatan ekonomi di sekitar stasiun.

Menurut Entus, ada hal positif yang bisa menjadi kesempatan bagi Adhi Karya untuk selanjutnya. "Dan itulah, peluang itu yang akan digarap oleh anak perusahaan yang kami bentuk untuk spin off itu," ujar Entus.

Hanya saja, Entus menegaskan angka Rp 1,9 triliun tersebut diberikan dalam bentuk tanah persediaan yang dimiliki Adhi Karya, bukan merupakan aset. Diamenambahkan, pada dasarnya Adhi Karya sudah menyiapkan tanah yang akandialihkan untuk pengembangan TOD tersebut. Menurutnya, tanah yang akan dipakai untuk dibangun TOD berkisar 20 sampai 25 hektare. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA