Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Cina Janji Dukung Resolusi Politik untuk Semenanjung Korea

Kamis 03 Mei 2018 23:16 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

Hubungan Cina-Korea Utara (ilustrasi)

Hubungan Cina-Korea Utara (ilustrasi)

Foto: iamkoream.com
Cina dan Korut akan tingkatkan hubungan kedua negara.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina akan terus memainkan peran positif untuk mencari resolusi politik bagi semenanjung Korea. Hal itu disampaikan oleh diplomat tinggi pemerintah Cina, Penasihat Negara Wang Yi, kepada menteri luar negeri Korea Utara (Korut).

Wang mengunjungi Pyongyang setelah pertemuan bersejarah pekan lalu antara Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dan Kim Jong-un. Dalam pertemuan itu, keduanya berjanji untuk meningkatkan hubungan.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam (2/5), Wang menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho, atas keberhasilan pertemuan antara para pemimpin Korut dan Korsel. Menurut Wang, Cina mendukung penuh komitmen Korut untuk denuklirisasi di semenanjung Korea serta keputusannya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi.

"Kami berharap dialog antara Republik Rakyat Demokratik Korea (Korut) dan Amerika Serikat (AS) akan dilakukan dengan sukses dan kemajuan substansial akan dibuat," katanya.

Kim berencana mengadakan pertemuan dengan presiden AS, Donald Trump. Cina juga mendukung sepenuhnya resolusi dan memberikan dukungan penuh untuk peningkatan hubungan antar-Korea. "Cina ingin memperkuat komunikasi dengan Korut dan terus memainkan peran positif dalam mencari solusi politik untuk masalah semenanjung Korea," katanya.

Beijing semakin menunjukkan bahwa negaranya memiliki peran untuk mencari solusi yang abadi dalam perdamaian antarKorea. Cina khawatir kepentingannya dapat diabaikan, terutama ketika Pyongyang dan Washington semakin dekat. Media yang dikelola oleh pemerintah Cina, Global Times mengatakan pihak yang menyebutkan bahwa Cina sedang terpinggirkan adalah upaya dangkal untuk memanipulasi opini publik.

Menurut Global Times, Cina lebih memilih diplomasi yang lebih tenang. Salah satunya dengan pertemuan Kim dengan Xi. "Tapi Seoul, untuk tujuan politiknya sendiri, menciptakan banyak opini tentang pertemuan antar-Korea. Presiden AS Donald Trump telah mulai mengklaim kredit untuk KTT Kim-Trump bahkan sebelum dimulai," katanya.

Cina adalah pendukung ekonomi dan diplomatik Korut yang paling penting. Cina sempat menunjukkan kekesalannya pada uji coba nuklir dan rudal Pyongyang yang berulang-ulang. Namun, Cina juga menyambut baik langkah Korut untuk meningkatkan hubungan dengan Korsel dan AS.

Baca juga: Korut Sangkal Tuduhan Retas Data Komite Sanksi PBB

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA