Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Pengusaha Dukung Cuti Bersama Lebaran 2018 Lebih Singkat

Rabu 02 May 2018 20:01 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini

Bahlil Lahadalia

Bahlil Lahadalia

Foto: Yasin Habibi/Republika
Libur 10 hari dinilai tidak kondusif bagi iklim usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyambut positif keputusan Presiden Jokowi yang merevisi ketentuan cuti bersama dalam rangka libur Idul Fitri 2018. Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, libur yang terlalu lama tidak kondusif bagi iklim usaha.

"Coba Anda bayangkan kalau kita pengusaha punya pabrik, lalu libur 10 hari, mau jadi apa itu pabrik?" ujarnya saat ditemui wartawan di Menara Kadin, Rabu (2/5).

Bahlil mengapresiasi langkah cepat Presiden yang langsung merespons keluhan pengusaha dengan menarik surat keputusan bersama (SKB) tentang libur nasional dan cuti bersama tahun 2018. Ia menyebut, hal itu menunjukkan bahwa Presiden memiliki kepekaan untuk melindungi pengusaha.

Kendati begitu, Bahlil memandang revisi cuti bersama seharusnya tidak perlu terjadi apabila sejak awal para menteri meminta pertimbangan dari pengusaha sebelum mengeluarkan keputusan. "Kalau mau dilakukan seperti itu, minimal asosiasi pengusaha diundang untuk bicara bareng-bareng agar kita juga bisa sosialisasi ke teman-teman. Perusahaan kan juga punya perencanaan."

Karena itu, ke depan, ia berharap pemerintah lebih membuka diri untuk meminta masukan dari kalangan dunia usaha sebelum membuat kebijakan yang berkaitan dengan pekerja. Hal itu dinilai penting agar keputusan yang diambil tidak memicu kegaduhan baru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA