Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Kepala BIN Budi Gunawan Apresiasi Ulama dan Takmir Masjid

Sabtu 28 Apr 2018 22:22 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan bersiap mengikuti rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10).

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan bersiap mengikuti rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Budi Gunawan meminta agar masjid tidak dijadikan sebagai penyebaran ujaran kebencian

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG --  Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan bersilaturahmi dengan Ulama dan Takmir Masjid se-Jawa Tengah di Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/4). Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa BG itu mengatakan sangat mengapresiasi dan penghargaan setinggi tingginya terkait peran positif yang selalu diberikan oleh para ulama dan takmir masjid dalam merawat prinsip kebinekaan selama ini.

"Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya untuk para ulama, kiai serta para takmir masjid yang konsisten merawat prinsip kebhinekaan selama ini," kata Budi Gunawan dalam rilisnya, Sabtu (28/4).

BG menegaskan, dalam perjalanan sejarahnya, masjid telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia baik fisik maupun fungsi dan perannya. Oleh karena itu, BG berharap dengan tumbuhnya masjid yang kian banyak diharapkan berfungsi seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

"Yang saya khawatirkan, masjid disinyalir disalahgunakan oleh oknum menjadi tempat pengajaran dan penyebaran paham radikalisme sebagai bibit terorisme. Apalagi di alam demokrasi seperti sekarang ini," kata BG.

BG menekankan, agar para takmir masjid menjadi garda terdepan membentengi tempat ibadah dari paham radikal maupun politik praktis. Ia meminta agar jangan menjadikan masjid sebagai tempat penyebaran ujaran kebencian, apalagi kini sudah memasuki tahun politik.

"Apapun konsekuensinya, situasi konflik karena ujaran kebencian yang terjadi di Timur Tengah,  jangan pernah terjadi di Indonesia, " tutup BG.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA