Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Badak Samson Ditemukan Mati di Ujung Kulon

Jumat 27 Apr 2018 06:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Badak Jawa

Badak Jawa

Foto: dok Taman Nasional Ujung Kulon
Dugaan sementara Samson mati karena usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Mamat Rahmat mengatakan, seekor badak jawa (Rhinoceros sondaicus) jantan bernama Samson ditemukan mati di Pantai Karang Panjang, TNUK, pada 23 April 2018.

"Dugaan sementara Samson mati karena usia, perkiraan umurnya lebih dari 30 tahun," kata Mamat di Jakarta, Kamis (26/4).

Terkait kematian Badak Samson, ia menjelaskan, berdasarkan laporan sementara hasil nekropsi terhadap bangkai badak jawa tersebut, diperkirakan kematian kurang dari tiga hari (sekitar 22 April 2018 malam). Tidak ada tanda-tanda perburuan dan luka, serta tidak ditemukan infeksi patogen akut.

Namun, untuk mengetahui penyebab pasti kematian Samson, masih menunggu hasil identifikasi tim dokter hewan Patologi IPB dan WWF Ujung Kulon yang telah melakukan pengambilan sampel, seperti usus, otot jantung, dan hati. "Natalitas dan mortalitas adalah hal yang biasa di alam, yang penting ada pertambahan populasi yang cukup tinggi," ujar Mamat.

Badak jawa (Desmarest, 1822) merupakan spesies langka di antara lima spesies badak yang ada di dunia. Mereka dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar "Red List Data Book" yang dikeluarkan International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Herry Subagiadi mengatakan, badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah.

Herry mengatakan, badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Hasil monitoring populasi badak jawa pada 2017 menyebutkan, jumlah minimum badak jawa adalah 67 individu. Dengan kematian badak jawa Samson dan kelahiran dua ekor anak badak jawa di TNUK, angka minimum populasi badak jawa di taman nasional ini berubah menjadi 68 individu.

Dengan manajemen populasi dan manajemen habitat yang bagus diharapkan badak akan merasa nyaman sehingga angka kelahiran dan populasi meningkat. "Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi badak," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA