Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Cina akan Giat Latihan Militer di Perairan Dekat Taiwan

Rabu 25 Apr 2018 14:13 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nur Aini

Militer Cina (ilustrasi)

Militer Cina (ilustrasi)

Foto: EPA/IGOR KOVALENKO
Cina mengantisipasi Taiwan menjadi negara merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina berniat untuk melakukan lebih banyak latihan militer di perairan yang dekat dengan Taiwan. Seorang pejabat Cina mengatakan, hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi jika Taiwan menyatakan sebagai negara merdeka.

Pemerintah Cina hingga saat ini menganggap Taiwan merupakan wilayah negara mereka. Meski demikian, tensi militer terhadap Taiwan terus meningkat terlebih setelah terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen dari partai pro-independence Democratic Progressive pada 2016 lalu.

Cina kemudian meminta Tsai Ing-wen untuk tidak keluar jalur dan menyatakan kemerdekaan. Tsai selanjutnya berjanji untuk mempertahankan status quo dan menjaga perdamaian di kawasan.

Juru Bicara Pemerintah Cina terkait Taiwan Ma Xiaoguang mengatakan, latihan militer yang dilakukan negaranya seharunya telah mengirimkan pesan yang jelas. Dia menegaskan, Cina memiliki kemampuan untuk menggagalkan segala bentuk separatis yang akan dilakukan Taiwan untuk menjaga kedaulatan negara.

"Kami memiliki kemauan keras dan jika Taiwan terus mengupayakan kemerdekaan seperti yang mereka lakukan saat ini, kami akan mengambil langkah yang lebih jauh lagi," kata Ma Xiaoguang.

Ma mengatakan, tak hanya mengirimkan pesan kepada pemerintah Taiwan, latihan juga digelar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di selat Taiwan. Selain itu, latihan militer diadakan untuk menjaga kepentingan nasional kedua negara.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, akan melakukan simulasi pada pekan depan untuk memukul mundur pasukan penjajah. Pemerintah juga akan melakukan latihan perbaikan darurat pangkalan udara militer serta menggunakan drone yang dioperasikan warga sipil dalm latihan tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA