Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Inggris Pun Khawatir dengan Media Sosial

Senin 23 Apr 2018 07:22 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Indira Rezkisari

Aplikasi media sosial di ponsel.

Aplikasi media sosial di ponsel.

Foto: EPA
Inggris mengkhawatirkan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Kesehatan Inggris, Jeremy Hunt, mengancam akan memberlakukan peraturan baru terhadap perusahaan media sosial jika tidak melindungi generasi muda yang menggunakan layanan mereka. Hunt menilai, perusahaan media sosial terkesan menutup mata terhadap efek yang ditimbulkan terhadap kesejahteraan anak.

Persepsi tersebut muncul sebab Facebook dan media sosial lain kini tengah menghadapi isu peningkatan pengawasan di seluruh dunia atas dampak serta pengaruh mereka. Sebelumnya, perusahaan operasional Google di Inggris menyatakan komitmennya untuk melindungi anak dengan memperkenalkan fitur pembatas waktu. Namun, perusahaan media sosial seperti Facebook, Twitter, Snapchat, dan lainnya tidak melakukan tindak lanjut atas isu tersebut.

Dilansir dari Reuters, Senin (23/4), Hunt tidak mengatakan peraturan seperti apa yang akan diterapkan pemerintah. Namun, ia memastikan akan memberi tenggat waktu hingga April kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk membuat langkah.

Baca juga: Seperempat Anak di Bawah 6 Tahun Sudah Miliki Smartphone

"Saya khawatir, perusahaan Anda tampaknya puas dengan situasi di mana ribuan pengguna melanggar syarat dan ketentuan yang Anda buat sendiri terkait usia minimum pengguna," kata Hunt dalam sebuah surat yang dikirim ke sejumlah perusahaan teknologi.

Hunt cemas perusahaan media sosial akan menutup mata secara koletif terhadap anak-anak yang terkena efek samping emosional dari penggunaan media sosial sebelum waktunya. Pemerintah Inggris sudah melakukan beberapa langkah yang disambut baik untuk meningkatkan perlindungan daring pada anak-anak. Namun, responsnya masih terbatas, sementara pendekatan secara sukarela tidaklah cukup untuk mengatasinya.

Komentar Hunt muncul bersamaan dengan ulasan pemerintah tentang dampak situs-situs seperti Facebook, Twitter, dan Snapchat terhadap kesehatan mental anak-anak. Inggris diketahui sempat bentrok dengan perusahaan internet di beberapa bidang dalam tahun-tahun terakhir. Di antaranya terkait penyebaran hoaks dan materi ekstremis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA