Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Nuklir Korut Dihentikan, Prospek Ekonomi Korsel Cerah

Senin 23 Apr 2018 04:05 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Ratna Puspita

Nuklir Korea Utara.

Nuklir Korea Utara.

Foto: Reuters/Damir Sagolj
Korea Utara menyatakan akan menghentikan uji coba nuklir dan rudal.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Utara menyatakan akan menghentikan uji coba nuklir dan rudal serta membongkar lokasi uji coba nuklirnya dalam pergeseran fokus kebijakan ke area ekonomi. Pengumuman itu terjadi menjelang pertemuan Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).

Pengamat pasar menilai keputusan Korea Utara ini dapat mengurangi ketidakpastian terkait dengan risiko geopolitik dalam ekonomi Korea Selatan. Langkah ini meningkatkan harapan di kalangan investor lokal terkait berkurangnya ketegangan di Semenanjung Korea. 

Baca Juga: Korea Utara Hentikan Uji Coba Nuklir dan Rudal Antarbenua

Ketegangan antarkedua negara disebut sebagai alasan utama saham lokal bernilai rendah selama beberapa dekade terakhir atau disebut peristiwa 'Diskon Korea'. Para ahli mengatakan suasana pengurangan ketegangan dapat meningkatkan peringkat Korea Selatan dengan mengurangi 'risiko Korea Utara'. 

Misalnya, kemungkinan perang di Semenanjung Korea dan tiba-tiba berubah dalam rezim Pyongyang. “(Janji denuklirisasi Korea Utara) bisa memiliki dampak positif pada ekonomi Korea Selatan, karena rendahnya ketegangan yang menjadi faktor stabil dalam politik dan keamanan,” kata Profesor Ekonomi Universitas Yonsei Kim Jung-sik, seperti yang dikutip dari Yonhap News, Ahad (22/4).

Baca Juga: Trump Sambut Baik Itikad Korut Hentikan Uji Coba Nuklir 

“Ini bisa memberikan kesempatan mempermudah 'Diskon Korea' dan mempromosikan investasi asing di sini,” ujarnya lagi.

Sebelumnya pada November lalu, Moody Investors Service menegaskan kembali peringkat Aa2 tertinggi untuk Korea Selatan. Namun kemungkinan provokasi Korea Utara sebagai risiko penurunan bagi ekonomi terbesar keempat di Asia.

Lembaga peringkat lain bernama Fitch mempertahankan peringkatnya untuk Korea Selatan pada AA1. Fitch mencatat risiko Korea Utara memperburuk sentimen investor yang dapat menyeret pasar saham dan melemahkan nilai mata uang lokal.

Baca Juga: Cina Sambut Positif Penghentikan Uji Coba Nuklir Korut

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA