Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Ricuh Menelan Korban, CEO Arema FC Akui Lalai

Kamis 19 Apr 2018 20:36 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Budi Raharjo

Pertandingan Aremania FC dan Persib di Stadion Kanjuruhan Malang, Ahad (15/4) berakhir ricuh. Skor imbang 2-2 tak mampu menyurutkan Aremania yang emosi atas berjalannya pertandingan.

Pertandingan Aremania FC dan Persib di Stadion Kanjuruhan Malang, Ahad (15/4) berakhir ricuh. Skor imbang 2-2 tak mampu menyurutkan Aremania yang emosi atas berjalannya pertandingan.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Kericuhan terjadi karena pihaknya anggap remeh kesulitan yang terjadi di pertandingan

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- CEO Arema FC Iwan Budiarto mengaku pihaknya lalai dalam menghadapi kericuhan yang terjadi pada pertandingan melawan Persib di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Ahad (15/4). Arema FC juga meminta maaf karena kelalaian ini telah memakan banyak korban, termasuk satu Aremania yang meninggal dunia di RS Saiful Anwar (RSSA), Malang, Rabu (18/4).

"Kita akui kejadian ini karena ada kelalaian di dalam aparat kami. Atas nama institusi Arema, saya minta maaf dengan apa yang terjadi," kata Iwan menegaskan kepada wartawan di kantor Arema FC, Jalan Maydjen Pandjaitan, Kota Malang, Kamis (19/4).

Iwan mengatakan, kericuhan dapat terjadi karena pihaknya terlalu menganggap remeh kesulitan yang akan terjadi dalam pertandingan. Pihaknya menganggap kedewasaan Aremania sangat tinggi sehingga persiapan antisipasi kericuhan rendah. Ditambah lagi, terkuaknya tindakan kekerasan pengawas keamanan internal match steward kepada Aremania.

"Apa yang dilakukan oleh match steward selaku aparat awal yang menangani memang melebihi batasan-batasan dari apa yang kami berikan untuk dilakukan di lapangan. Saya memahami bagaimana reaksi Aremania ketika ada Aremania, mohon maaf, tidak memakai pakaian lengkap, kemudian terlihat jelas terjadi pemukulan. Untuk alasan apa pun kepada match steward tersebut pasti ada sanksi," ungkapnya.

Terkait semprotan gas air mata ke tribun penonton, Iwan menjelaskan, ini sebenarnya kewenangan dari kepolisian. Namun, karena pihaknya yang bertanggung jawab dalam kasus ini, Iwan mengaku tak ingin mencari kambing hitam. Dia mengaku, pihaknya lalai dan tidak secara aktif memberikan penjelasan pengamanan secara detail kepada kepolisian.

"Kita tak ingin berandai-andai dan tidak ingin mencari kambing hitam. Sekali lagi kami minta maaf karena kericuhan ini malah mengambil korban," kata dia.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Harris menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah mendapatkan SOP terkait pengamanan pertandingan. Namun, dengan melihat kejadian lalu, Harris menilai SOP pengamanan perlu dipertajam lagi. Sosialisasi pengamanan pada seluruh komponen juga perlu ditingkatkan sehingga kejadian yang tidak diinginkan tak terulang kembali.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA