Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Kerugian Bencana di Sukabumi Tembus Rp 1 Miliar

Rabu 18 Apr 2018 09:07 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Esthi Maharani

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi / Ilustrasi

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi / Ilustrasi

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Besaran kerugian terbesar terutama bersumber dari bencana angin kencang

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kerugian akibat bencana di Kota Sukabumi dalam kurun waktu Januari hingga pertengahan April 2018 telah menembus sekitar Rp 1.2 miliar. Besaran kerugian terbesar terutama bersumber dari bencana angin kencang atau puting beliung pada 4 April 2018.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, jumlah kerugian bencana sejak Januari hingga Maret 2018 mencapai Rp 711.625.000. Kerugian terbesar dalam rentang waktu tersebut berasal dari kebakaran yang mencapai Rp 262.000.000.

Total kerugian akibat bencana dalam kurun waktu Januari-Maret mencapai Rp 711 juta, terang Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami kepada wartawan, Kamis (12/4). Jumlah tersebut belum ditambah dengan besaran kerugian akibat bencana angin kencang pada awal April yang mencapai Rp 502.250.000.

Sehingga bila ditotalkan kerugian mencapai Rp 1.213.875.000. Besaran kerugian ini kemungkinan bertambah karena pendataan akibat bencana lainnya belum selesai hingga akhir April.

Zulkarnain menerangkan, bencana angin kencang atau topan di Kota Sukabumi pada awal April 2018 lalu menyebabkan kerugian cukup besar. Sebab, dampak kerusakan yang ditimbulkan tersebar di sebelas kelurahan serta menimpa sarana permukiman dan kendaraan bermotor.

"Dari hasil pendataan wilayah yang terkena bencana ini berada di 11 kelurahan," ujar Zulkarnain. Daerah itu yakni Kecamatan Cikole, Karangtengah, Cisarua, Tipar, Karamat, Citamiang, Gunung Parang, Warudoyong, Gedong Panjang, Cibeureum Hilir, dan Nanggeleng.

Zulkarnain menerangkan, kerugian terbesar dilaporkan terjadi di Kelurahan Cikole sebesar Rp 279.250.000. Di wilayah itu tercatat bencana menyebabkan 11 pohon tumbang, lima rumah rusak tiga mobil dan satu sepeda motor rusak, satu masjid rusak, dan satu gerobak.

Sementara secara keseluruhan bencana angin kencang menyebabkan sejumlah kerusakan. Di antaranya 42 rumah, tujuh mobil, lima sepeda motor, enam baliho atau reklame, satu masjid, satu kios, dan tiga gerobak. Selain itu angin kencang juga menumbangkan 30 pohon.

Saat ini, kata Zulkarnain, pemerintah berupaya melakukan penanganan pascabencana puting beliung. "Tidak hanya bantuan dalam bentuk stimulan melainkan menata dan membangun kembali sarana yang telah rusak agar lebih baik dan aman," imbuh dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA