Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Jokowi Yakin Indonesia tak akan Bubar Jika Jalin Persatuan

Sabtu 07 Apr 2018 17:36 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo berfoto bersama umat Hindu usai menghadiri acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (7/4). Dengan kostum yang sama, Presiden hari ini juga menghadiri acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan (GK) Center di Kota Bogor, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo berfoto bersama umat Hindu usai menghadiri acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (7/4). Dengan kostum yang sama, Presiden hari ini juga menghadiri acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan (GK) Center di Kota Bogor, Jawa Barat.

Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Bangsa Indonesia akan tetap berdiri kokoh sampai berwindu-windu lamanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia tidak akan bubar jika berhasil memupuk persatuan. Jokowi mengatakan bangsa Indonesia akan tetap berdiri kokoh sampai berwindu-windu lamanya. 

Dikutip dari siaran resmi Istana, Sabtu (7/4), Jokowi mengatakan Indonesia harus bersatu menghadapi kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Dia mengatakan bangsa Indonesia harus bersatu untuk menjadikan negeri ini sebagai pemenang. 

“Bersatu untuk menjadikan negara yang kita cintai bersama menjadi negara maju, negara pemenang, negara yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” ucap Presiden ketika menghadiri acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 yang digelar di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu.

Jokowi mengingatkan bangsa Indonesia dianugerahi oleh Tuhan sebagai bangsa yang majemuk, dengan ratusan suku yang tersebar di 17 ribu pulau dengan agama, bahasa, dan seni-budaya yang berbeda-beda.

Karena itu, ia meminta agar perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya tak dijadikan sebagai penghalang untuk bersatu dan hidup rukun harmonis. “Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu tolong menolong dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” ujar dia.

Jokowi mengatakan, perbedaan yang ada pun juga tak harus diseragamkan ataupun dihilangkan. Perbedaan yang ada, kata dia, justru harus dipersatukan dengan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh persaudaraan sejati, diikat oleh kebersamaan, diikat oleh kesadaran yang kuat bahwa kita adalah sebangsa dan setanah air, ujar Jokowi. 

Jokowi mengatakan, dalam Tri Hita Karana pun umat Hindu juga diajarkan untuk menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam lingkungan di sekitar sebagai perwujudan Srada Bhakti pada Tuhan.

“Umat Hindu juga diminta untuk selalu memegang teguh ajaran Wasudewa Kutum Bhakam, kita semua bersaudara. Yang menekankan arti penting persaudaraan yang sejati karena kita semua berasal dari sumber yang sama yakni dari Tuhan yang Maha Esa,” ucap dia.

Acara ini  turut dihadiri sejumlah menteri, di antaranya Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Ketua DPD Oesman Sapta Odang.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA