Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Ketua DPR Merasa Terhormat Didatangi Nyak Sandang

Jumat 06 Apr 2018 00:03 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Gita Amanda

Ketua DPR bertemu dengan Nyak Sandang.

Ketua DPR bertemu dengan Nyak Sandang.

Foto: DPR RI
Nyak Sandang baru saja melakukan operasi katarak di RSPAD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo merasa terhormat menerima kehadiran Nyak Sandang, salah satu tokoh Aceh yang menyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001. Dalam usianya yang ke-91 tahun, Nyak Sandang masih terlihat sehat dan mampu mengingat berbagai kisah perjuangannya pada masa lampau.

"Saya memberikan hormat yang sebesar-besarnya kepada Nyak Sandang. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi DPR RI agar bisa belajar banyak dari keteladanannya dalam berkorban untuk bangsa dan negara. Bayangkan, di masa sulit awal kemerdekaan beliau dan masyarakat aceh lainnya telah rela menyumbang untuk negara," ujar Bamsoet saat menerima Nyak Sandang di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, Kamis (5/4).

Yang datang menemani Nyak Sandang adalah politikus asal Aceh Nasir Djamil (Fraksi PKS) dan Muslim Ayub (Fraksi PAN). Selain itu, hadir pula anggota Fraksi Golkar Muhkhamad Misbakun, anggota Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Nyak Sandang baru saja melakukan operasi katarak di RSPAD.

Bamsoet terlihat serius menyimak kisah Nyak Sandang. Bagi Bamsoet, kisah tersebut meneguhkan bahwa sejak dulu kala masyarakat kita kental dengan sikap gotong royong dan cinta Tanah Air.

"Sebagai generasi yang menikmati kemerdekaan, kita harusnya malu dan introspeksi diri. Jika dahulu para leluhur dan orang tua mau berjuang, bahkan sampai patungan membeli pesawat, kenapa sekarang kita malah sibuk bertengkar antarsesama anak bangsa? Sejatinya, DNA bangsa Indonesia adalah kegotongroyongan. Ini yang jangan sampai hilang," ujar Bamsoet.

Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan, masih ada dua keinginan Nyak Sandang lainnya yang belum tercapai. Pertama, menunaikan ibadah haji bersama keluarga. Kedua, mendirikan masjid di kampung halamannya, di Lamno, Aceh Jaya.

"Saat bertemu Presiden Jokowi, Nyak Sandang menyampaikan tiga permintaan. Operasi katarak sudah dilakukan. Dua lainnya, yaitu mendirikan masjid di kampung halamannya serta menunaikan ibadah haji, masih dalam proses. Saya berjanji kepada Nyak Sandang akan mengomunikasikan kembali permintaan beliau kepada Presiden Jokowi," ujar Bamsoet.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler