Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Raja Salman Tegaskan Dukungannya ke Palestina

Kamis 05 Apr 2018 04:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Raja Salman

Raja Salman

Foto: Reuters
Saudi ingin Palestina tetap memiliki negara dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Raja Salman menegaskan kembali dukungan Arab Saudi untuk negara Palestina, setelah putranya dan pewarisnya mengatakan Israel berhak untuk hidup damai di tanah mereka sendiri.

 

"Raja Salman menegaskan kembali 'sikap teguh kerajaan terhadap masalah Palestina dan hak sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," demikian rilis yang disampaikan kantor berita SPA, kemarin.

 

Dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Raja Salman juga menekankan perlunya memajukan proses perdamaian. Ini setelah pasukan keamanan Israel menewaskan 17 warga Palestina pekan lalu selama unjuk rasa di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengucapkan terima kasih atas dukungan Salman.

"Presiden Abbas menyatakan rasa terima kasih dan penghargaannya ... atas posisinya yang mendukung rakyat Palestina, perkara Palestina dan perkara Yerusalem serta tempat-tempat sakralnya," demikian dalam pernyataan yang diterbitkan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Abbas juga memuji Arab Saudi karena terus mendukung hak rakyat Palestina mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, demikian dalam pernyataan itu.

Laporan tersebut tidak merujuk pernyataan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin oleh majalah Amerika Serikat The Atlantic.

 

Ketika ditanya apakah dia percaya orang-orang Yahudi memiliki hak untuk bangsa-negara di setidaknya bagian dari tanah air leluhur mereka, Pangeran Mohammed Salman mengatakan, masing-masing bisa hidup di tanah mereka sendiri.


"Saya yakin orang Palestina dan Israel mempunyai hak untuk memiliki tanah mereka sendiri. Tetapi, kita harus memiliki perjanjian damai untuk menjamin stabilitas bagi semua orang dan memiliki hubungan yang normal," jawabnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA