Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Prancis Dukung Kemenangan Al-Sisi di Mesir

Rabu 04 Apr 2018 16:01 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) menyambut Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi di halaman Istana Elysee di Paris, Selasa (24/10).

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) menyambut Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi di halaman Istana Elysee di Paris, Selasa (24/10).

Foto: AP Photo/Kamil Zihnioglu
Abdel Fattah al-Sisi kembali terpilih menjadi presiden Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Prancis mengucapkan selamat atas kemenangan Abdel Fattah al-Sisi dalam pemilihan presiden Mesir. Prancis menegaskan dukungannya untuk Mesir melawan terorisme.

Sisi, yang menjadi calon tunggal dalam pemilu, terpilih kembali untukmasa bakti kedua dengan 97 persen suara.

"Prancis menyampaikan harapan untuk kesuksesan penuh Presiden Sisi di mandat keduanya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Agnes Von Der Muhll dalam pertemuan harian, Selasa (3/4).

"Prancis berharap bahwa pemilihan kembali itu memungkinkan dia memuaskan harapan sah rakyat Mesir untuk keamanan, kemakmuran, dan kebebasan ekspresi penuh dalam kerangka kerja konstitusional," katanya tanpa merinci.

Baik Prancis maupun Mesir prihatin dengan kekosongan politik di Libya dan ancaman dari kelompok radikal di Mesir. Kedua negara telah mengembangkan hubungan ekonomi dan militer yang lebih erat di bawah pemerintahan Sisi.

Kelompok hak asasi manusia menuduh Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron menutup mata terhadap yang mereka katakan peningkatan pelanggaran kebebasan oleh pemerintah Sisi. Setelah menerima Sisi di Paris pada Oktober, Macron mengatakan bukan kewajibannya untuk "menguliahi" Mesir tentang kebebasan sipil.

"Prancis teguh bersama Mesir untuk menghadapi tantangan bersama, tantangan terorisme, untuk bekerja mencapai solusi krisis regional dan mengembangkan kerja sama di PBB, di Afrika dan Mediterania, "kata von Der Muhll. Dia menambahkan bahwa Paris akan melanjutkan dialognya dengan Mesir tentang hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Sisi memimpin penggulingan kekuasaan pada 2013 dari presiden pertama terpilih secara bebas di Mesir, Mohamed Mursi dari Ikhwanul Muslimin, setelah unjuk rasa terhadap Mursi. Sisi meraih kemenangan dalam pemilihan umum setahun kemudian dengan 97 persen suara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA