Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Perusahaan Tambang Sudah Penuhi 25 Persen Kuota Domestik

Selasa 03 Apr 2018 16:52 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Andi Nur Aminah

Energi listrik (ilustrasi)

Energi listrik (ilustrasi)

Alokasi ini selain dikonsumsi PLN juga oleh pabrik semen dan industri dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahan tambang dalam negeri mengaku sudah memenuhi kuota 25 persen kuota alokasi domestik. Beberapa perusahaan tambang dalam negeri, seperti Adaro, PT Bukit Asam, PT. Kidco Jaya Agung dan PT Antang Gunung Meratus sudah memenuhi kuota 25 persen domestik.

Direktur Marketing PT Adaro Energy, Hendri Tan menjelaskan rata-rata per tahun Adaro Energy memasok kebutuhan dalam negeri sekitar 25 hingga 30 persen. Hendri mengatakan, alokasi ini tak hanya dikonsumsi oleh PLN saja tetapi juga kepada pabrik Semen dan industri dalam negeri. "Kami sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti apa yang ditetapkan pemerintah," ujar Hendri saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (3/4).

Selain Adaro, Direktur Utama PT Kidco Jaya Agung, Kurnia juga menjelaskan dalam rata-rata enam tahun ini Kidco sendiri sudah memenuhi kuota alokasi dalam negeri sebesar 25 persen. Untuk kebutuhan PLN, Kurnia mengatakan, pihak Kidco sudah mensuplay sekitar 9 juta ton. "Jadi kami sudah mematuhi keputusan menteri," ujar Kurnia dilokasi yang sama.

Di satu sisi, perusahaan tambang plat merah, PT Bukit Asam (PT BA) juga sudah memenuhi ketentuan alokasi domestik yang ditetapkan oleh pemerintah. Direktur SDM dan Umum, PTBA, Joko Pramono menjelaskan sudah memenuhi 25 persen kebutuhan dalam negeri.

"Kami dalam komitmen untuk sinergi BUMN dalam rangka menyiapkan energi untuk masyarakat sesuai Kepmen esdm 23/2018. Kita berkomitmen untuk memenuhi DMO," ujar Joko di lokasi yang sama.

Sedangkan perusahaan PT Antang Gunung Meratus juga sudah memenuhi kewajiban DMO. Mengutip catatan keuangan perusahaan, pada 2017 PT Antang Gunung Meratus memproduksi sekitar 7,8 juta ton batubara. Sebanyak 33 persen dari total produksi tersebut dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA