Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Ini Bocoran Hasil Musyawarah Pembangunan Masjid Sentani

Senin 02 Apr 2018 19:40 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Musyawarah Tokoh Sepakat Bentuk Tim Penyelesaian Masalah Masjid Al Aqsha Sentani (Foto: Kemenag.go.id)

Musyawarah Tokoh Sepakat Bentuk Tim Penyelesaian Masalah Masjid Al Aqsha Sentani (Foto: Kemenag.go.id)

Foto: Foto: Kemenag.go.id
Setidaknya ada tiga poin besar yang dihasilkan oleh tim musyawarah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH Saiful Islam Al Payage membocorkan hasil musyawarah yang dibentuk oleh Pemda Jayapura terkait masalah penolakan pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha, Sentani, Papua. Menurut Kiai Saiful, setidaknya ada tiga poin besar yang dihasilkan oleh tim musyawarah yang terdiri dari pengurus MUI, perwakilan Persatuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ), dan juga dari pihak Masjid Agung Al Aqsha.

"Dari tim kecil itu kemarin saya sudah dapatkan, tapi masih belum final, ada tiga poin besar yang mungkin saya bocorkan," ujar Kiai Siaful saat ditemui di Jakarta, Senin (2/4).

Dia menuturkan, poin pertama yaitu tim kecil musyawarah tersebut menyepakati bahwa menara Masjid Al Aqsha tidak akan ditinggikan lagi. Namun, menurut dia, menara tersebut masih akan tetap terbangun seperti saat ini karena memang tidak melanggar hukum positif, hukum adat, dan hukum agama.

"Karena masalah menara itu tidak melanggar hukum positif, hukum adat, atau hukum agama. Itu poin pertama artinya menara dibangun," ucapnya.

Kemudian, poin kedua adalah tim musyawarah tersebut sepakat bahwa umat Islam tetap bisa melantunkan azan melalui pengeras suara, berdakwah, dan membangun masjid di instansi ataupun di perumahan. Menurut dia, pihak PGGJ sudah menerima hal itu karena hal itu merupakan kebutuhan primer umat Islam.

"Permintaan tentang tidak boleh azan terlalu keras, tidak boleh dakwah, tidak boleh bangun masjid di instansi dan perumahan-perumahan, itu sudah diterima. Artinya, teman-teman PGGJ juga sudah terima," kata anak angkat almarhum KHR Achmad Fawaid As'ad ini, Pengasuh Ketiga Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.

Poin terakhir, lanjut dia, umat Islam dalam tim musyawarah tersebut sepakat bahwa akan mendukung secara penuh umat Kristen untuk membangun gereja yang lebih besar dari Masjid Al Aqsha. Karena, menurut dia, pihaknya dan Kementerian Agama pada tahun 2016 lalu juga membuat daerah integritas kerukunan umat beragama.

"Jadi Masjid Al Aqsha ini dianggap yang paling 'Wah' begitu, kenapa teman-teman gereja ini tidak membangun gereja yang lebih 'wah' lagi. Dan kita sepakati dalam tim kecil itu nanti dananya itu akan didukung oleh Pemda Kabupaten Jayapura. Umat Islam siap untuk membantu itu. Saya pikir poin itu yang bisa disampaikan," jelas Kiai Saiful.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA