Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Tesla Recall Besar-besaran Mobil Model S karena Kemudi

Senin 02 Apr 2018 12:50 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

Tesla. Ilustrasi

Tesla. Ilustrasi

Foto: Mashable
Tesla telah menarik 123 ribu kendaraan Model S yang diproduksi sebelum April 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Tesla telah menarik sejumlah besar kendaraan Model S secara global karena masalah kemudi yang salah. Perusahaan telah memberi tahu pelanggan melalui surel bahwa ini adalah penarikan yang proaktif dan sukarela dan tidak ada mobil lain yang terpengaruh oleh masalah ini. Tesla telah menarik 123 ribu kendaraan Model S yang diproduksi sebelum April 2016.

Tesla juga telah memberi tahu pelanggan bahwa tidak ada kecelakaan atau cedera yang disebabkan oleh masalah ini yang telah dilaporkan. Meskipun demikian, ini masih merupakan penarikan sukarela terbesar yang Tesla pernah diterbitkan.

Penarikan terbesar Tesla Model S sebelum ini terjadi pada tahun 2015 ketika 90 ribu kendaraan dipengaruhi oleh sabuk pengaman yang rusak. Alasan penarikan terbaru ini menurut surel yang dikirim perusahaan adalah korosi berlebihan pada baut power steering. Masalah itu sebagian besar terjadi di iklim dingin.

"Jika baut gagal, pengemudi masih bisa mengemudikan mobil, tetapi peningkatan kekuatan diperlukan karena kehilangan atau pengurangan bantuan listrik," tulis Tesla dalam surel, dikutip dari Ubergizmo, Senin (2/4).

Hal itu menunjukkan bahwa masalah tersebut akan membuat mobil lebih sulit dikendarai pada kecepatan rendah dan untuk parkir paralel. Sementara, secara material masalah tersebut tak memengaruhi kontrol pada kecepatan tinggi.

Perusahaan mengatakan, pemilik yang belum mengalami masalah apa pun tidak perlu berhenti mengendarai Model S mereka. Mereka akan diberi tahu ketika retrofit siap dipasang di area mereka. Prosesnya tidak boleh lebih dari satu jam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA