Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Petani Gaza Tewas Tertembak Tank Israel

Jumat 30 Mar 2018 20:06 WIB

Red: Agung Sasongko

Ratusan personil militer zionis Israel, Jumat (30/3), berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap.

Ratusan personil militer zionis Israel, Jumat (30/3), berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap.

Foto: Dok. Istimewa
Warga Palestina di Jalur Gaza berencana memulai unjuk rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang petani Gaza terbunuh dan orang kedua terluka oleh peluru tank Israel pada Jumat (30/3). Tentara Israel menolak menanggapi dan menyatakan sedang memeriksanya.

Juru bicara kementerian kesehatan Gaza menyatakan petani itu tewas dan seorang lain terluka di dekat kota Khan Younis. Warga mengatakan dia mengumpulkan hasil panen untuk dijual.

"Omar Samour, 27, menjadi pahlawan dan warga lain terluka akibat tentara Israel menyasar petani di timur desa Qarara," kata kementerian kesehatan.

Warga Palestina di Jalur Gaza berencana memulai unjuk rasa enam pekan untuk menuntut pengungsi Palestina diizinkan kembali ke tempat sekarang disebut Israel.

Kesiagaan pasukan keamanan Israel ditingkatkan. Kepala tentara Israel dalam wawancara pada Rabu menyatakan lebih dari 100 penembak jitu dikerahkan di perbatasan Gaza menjelang unjuk rasa besar di dekat perbatasan tersebut.

Penyelenggara dari sejumlah unsur, termasuk gerakan Hamas, yang menguasai Gaza, mengharapkan ribuan orang menjawab seruan mereka untuk berduyun-duyun ke kota tenda di lima tempat di sepanjang perbatasan peka untuk meminta hak pengungsi Palestina kembali ke tempat sekarang bernama Israel.

Tentara Israel, dengan alasan keamanan, menerapkan "wilayah terlarang" bagi warga Palestina atas daerah di dekat pagar perbatasan Israel.Tanggal 30 Maret adalah saat memulai unjuk rasa menandai "Hari Tanah" guna memperingati enam warga Arab Israel, yang dibunuh pasukan keamanan Israel dalam unjuk rasa pada 1976 atas penyitaan tanah oleh pemerintah di Israel utara.

Unjuk rasa itu direncanakan berakhir pada 15 Mei, hari Nakba atau "malapetaka" bagi Rakyat Palestina, yang menandai pengusiran ratus ribuan orang Palestina dalam perang di sekitar penciptaan Israel pada 1948.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA