Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Bio Farma dan IKAL Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional

Rabu 28 Mar 2018 18:38 WIB

Red: Sandy Ferdiana

 Dirut Bio Farma M Rahman Roestan (kiri) dan Ketua Umum IKAL Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar MSc menandatangani nota kesepahaman terkait peningkatkan pemahaman regulasi produk farmasi, vaksin dan lifescience dalam peringatan HUT Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) ke-40 di Kampus Lemhannas, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Dirut Bio Farma M Rahman Roestan (kiri) dan Ketua Umum IKAL Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar MSc menandatangani nota kesepahaman terkait peningkatkan pemahaman regulasi produk farmasi, vaksin dan lifescience dalam peringatan HUT Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) ke-40 di Kampus Lemhannas, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Foto: Istimewa
IKAL akan meningkatkan pemahaman regulasi produk farmasi, vaksin dan lifescience.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bio Farma kembali mendapat dukungan dalam mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. Kali ini, dukungan datang dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL). Dalam peringatan HUT IKAL ke-40 di Jakarta, belum lama ini, IKAL dan Bio Farma menjalin kerja sama terkait peningkatan pemahaman regulasi produk farmasi, vaksin dan lifescience.   

Peringatan HUT IKAL diramaikan dengan kegiatan bakti sosial serta fun walk yang diikuti oleh sekitar 2.000 peserta. Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum IKAL Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar, M.Sc.

Kemeriahan HUT IKAL juga dilengkapi dengan sesi penandatanganan nota kesepahaman antara Agum Gumelar selaku ketua IKAL dan M Rahman Roestan sebagai Direktur Utama Bio Farma. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Komisaris Bio Farma Heridadi.

photo
Bio Farma dan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) menjalin kerja sama.

Dirut Bio Farma M Rahman Roestan mengatakan, kerjasama dengan IKAL bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait regulasi produk farmasi, vaksin dan lifescience. Kata dia, kerjasama ini dapat berperan dalam peningkatan cakupan imunisasi nasional melalui edukasi dan sosialisasi tentang vaksin.

Harapannya, papar dia, dengan gerakan bersama tersebut, maka kualitas kesehatan masyarakat dan peningkatan produktivitas nasional akan meningkat. Selain itu, papar dia, kerja sama mampu meningkatkan peluang ekspor bilateral negara berkembang dan negara Islam, dalam melakukan diplomasi marketing. ‘’Ujung-ujungnya, Bio Farma dan IKAL akan semakin berkontribusi dalam pembangunan ketahanan kesehatan nasional, bahkan global,’’ tandasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA