Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Demam Tinggi, Netanyahu Dibawa ke Rumah Sakit

Rabu 28 Mar 2018 06:36 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Indira Rezkisari

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: EPA/Jim Hollander
Netanyahu sakit di tengah penyelidikan 3 kasus yang diduga keterlibatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani sejumlah tes akibat demam dan batuk. Kesehatan Netanyahu sudah beberapa pekan ini membutuhkan perhatian serius.

Juru bicara Perdana Menteri Israel menyampaikan, dokter pribadi Netanyahu yakin, sakitnya Netanyahu kali ini karena sakit yang Netanyahu derita dua pekan lalu belum sembuh. Karena itu, ia meminta Netanyahu segera dibawa ke rumah sakit.

Netanyahu sempat sakit pada pertengahan Maret lalu dan membatalkan semua agenda publiknya selama lima hari, demikian dilansir Reuters, Rabu (28/3).

Rapat kabinet bidang keamanan yang dijadwalkan pada Rabu (28/3) ini, tetap akan berjalan. Menteri Pertahanan Israel Avidgor Lieberman akan memimpin rapat bila Netanyahu tidak hadir.

Sakitnya Netanyahu terjadi di tengah proses penyelidikan tiga kasus berbeda yang diduga melibatkan perdana menteri empat periode itu. Netanyahu sendiri membantah semua tudingan.

Pada Senin (26/3), Netanyahu bersama istri dan anaknya dimintai keterangan oleh kepolisian atas dugaan korupsi. Dalam dua kasus lain, kepolisian menduga Netanyahu terlibat penyuapan. Keputusan akhir apakah pihak berwenang akan menahan Netanyahu atau tidak masih menunggu keputusan kejaksaan dan prosesnya masih butuh waktu beberapa bulan.

Sejauh ini, koalisi pemerintahan Netanyahu juga menunggu langkah selanjutnya dari kejaksaan. Para analis politik menilai dukungan koalisi bisa terkikis bila investigasi terhadap Netanyahu jadi makin intesif.

Beberapa survei menujukkan, lebih dari separuh warga Israel mengaku lebih percaya kepada kepolisian dibanding kepada Netanyahu. Mereka juga berpikir Netanyahu akan segera mundur, meski ada juga yang menginginkan Netanyahu bertahan. Dukungan partai pengusung Netanyahu, Partai Likud, tetap kuat.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA